Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 30 April 2023 | 14.15 WIB

Akui Pasar Fashion Lokal Membaik, Poppy Dharsono: Tapi Polanya Masih Belum Baik

Peragaan Busana yang ditampilkan pada Closing Ceremony Ramadan Runway 2023 di Mall Kota Kasablanca, Jakarta, Sabtu (29/4/2023). Ramadan Runway menampilkan pilihan busana muslim yang bisa jadi inspirasi saat Hari Raya Idul Fitri diikuti puluhan designer te - Image

Peragaan Busana yang ditampilkan pada Closing Ceremony Ramadan Runway 2023 di Mall Kota Kasablanca, Jakarta, Sabtu (29/4/2023). Ramadan Runway menampilkan pilihan busana muslim yang bisa jadi inspirasi saat Hari Raya Idul Fitri diikuti puluhan designer te

JawaPos.com - Pasar fashion lokal dikatakan sudah membaik. Namun, ada beberapa hal teknis yang masih harus dimaksimalkan agar produk Indonesia dapat bertahan di tengah gempuran merek pakaian dari luar negeri.

Diungkapkan Perancang busana sekaligus Ketua Umum Asosiasi Perancang dan Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) Poppy Dharsono, beberapa perancang busana masih menggunakan teknik pemotongan pakaian yang salah. “Saya lihat pasarnya sudah baik, tapi, polanya (pakaian) masih belum baik,” kata Poppy dilansir dari ANTARA, Minggu (30/4).

Untuk itu, Poppy dan APPMI pun berinisiatif untuk memberikan kursus singkat mengenai teknik memotong pakaian yang tepat kepada beberapa perancang busana di acara Ramadhan Runaway 2023 tersebut.

Selain membuat panggung peragaan busana khusus untuk perancang busana lokal, Poppy mengatakan akan membuat pedoman khusus mengenai ukuran pakaian masyarakat di Indonesia. Menurutnya, hal terpenting bagi perancang dan pengusaha busana di Indonesia adalah menyesuaikan ukuran pakaian yang pas bagi masyarakat.

“Tahun kemarin, kita udah meluncurkan. Kita sekarang dalam proses guidance (standardisasi ukuran pakaian) bagi para desainer,” ujar Poppy.

Pedoman ukuran pakaian tersebut tidak lagi menggunakan satuan ukuran huruf, seperti S, M, L, melainkan satuan ukuran angka, seperti 36, 38, dan lainnya. Hal itu dinilai lebih akurat dan diakui oleh standar internasional.

Mengenai tren fesyen di Indonesia tahun 2023 ini, Poppy mengatakan APPMI sebagai wadah bagi perancang busana Indonesia berusaha untuk menciptakan tren busana sendiri. Walaupun begitu, APPMI tetap melihat kondisi tren busana di luar negeri agar tetap up-to-date atau tidak ketinggalan zaman.

“APPMI menciptakan tren sendiri dan kita lihat acuannya dari Paris, New York, (dan beberapa negara lainnya),” kata Poppy.

Poppy pun menilai tren pakaian di Indonesia sebisa mungkin memiliki sentuhan etnik khas budaya Indonesia. Misalnya, saat peragaan busana di Jakarta beberapa waktu lalu, kain tradisional khas Gorontalo, yakni Karawo dipromosikan dalam acara tersebut.

Selain itu, pemilihan warna pakaian menjadi penting agar sesuai dengan pola atau corak pakaian itu sendiri.

Poppy berpesan kepada para perancang busana lokal yang ingin lebih dikenal oleh masyarakat agar terus belajar dan mengikuti acara dan peragaan busana yang diselenggarakan oleh beberapa pihak, salah satunya APPMI. Selain itu, konsistensi terhadap karya busana serta mutu perlu dijaga agar dapat bertahan lama.

“Harus terus berproses,” ujar Poppy.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore