
Ilustrasi orang yang sedang menguji batasan orang lain. (Freepik)
JawaPos.com – Salah satu tanda manipulator menguji batasan anda adalah cara mereka menggunakan kata-kata. Mereka ingin melihat seberapa jauh mereka bisa memengaruhi keputusan dan perasaan anda.
Mereka memakai trik psikologis yang membuat anda merasa bersalah, meragukan diri sendiri, atau bahkan mempertanyakan apakah batasan yang anda tetapkan itu masuk akal.
Jika mereka melihat anda sering berkompromi dengan batasan yang anda buat, mereka bisa mulai melakukan pengendalian emosional secara perlahan.
Menurut laman News Reports pada Jumat (21/2), anda perlu memperhatikan perilaku manipulasi ini melalui frasa-frasa halus berikut.
Jika anda sering mendengarnya dalam interaksi dengan seseorang, bisa jadi mereka sedang menguji seberapa jauh mereka bisa melanggar batasan anda.
Frasa ini membuat anda merasa seolah-olah anda yang bermasalah seolah-olah anda terlalu sensitif atau bereaksi berlebihan.
Padahal, inti masalahnya bukan tentang apakah anda "baper" atau tidak, melainkan bahwa sesuatu yang mereka katakan atau lakukan membuat anda merasa tidak nyaman.
Jika anda mulai merasa bersalah hanya karena mengungkapkan perasaan, itu bisa menjadi tanda bahwa mereka sedang mencoba melihat seberapa besar mereka bisa mendorong batasan anda sebelum anda membalas.
Pernah merasa tersinggung oleh suatu komentar lalu mendapatkan respons ini? Ini adalah trik psikologis yang digunakan untuk membuat anda meragukan perasaan sendiri.
Jika seseorang benar-benar bercanda dengan niat baik, mereka tidak akan menyalahkan anda karena merasa tidak nyaman.
Frasa ini juga bisa menjadi cara mereka melihat seberapa jauh mereka bisa berbicara atau bersikap tanpa konsekuensi. Jika anda membiarkannya sekali, mereka mungkin akan melakukannya lagi dengan cara yang lebih halus atau bahkan lebih agresif.
Ini adalah salah satu bentuk pengendalian emosional yang bertujuan untuk mengecilkan perasaan anda. Kalimat ini dirancang untuk membuat anda bertanya-tanya, "Apakah saya memang bereaksi berlebihan?"
Padahal, jika sesuatu mengganggu anda, itu adalah alasan yang cukup untuk mengungkapkannya. Anda tidak perlu izin dari orang lain untuk memiliki batasan.
Jangan biarkan siapa pun membuat anda merasa bersalah hanya karena ingin mempertahankan hal-hal yang penting bagi anda.
Kalimat ini terdengar seperti bentuk empati, tetapi sebenarnya bisa menjadi alat perilaku manipulasi. Ini membuat anda meragukan diri sendiri dan berpikir, "Mungkin saya terlalu keras. Mungkin saya harus mengalah saja."

16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
