Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 15 April 2026 | 16.49 WIB

Mengapa Menetapkan Batas pada Anak Terasa Sulit? Tiga Faktor Psikologis yang Sering Terlewat

Ilustrasi Menetapkan Batas pada Anak (Freepik) - Image

Ilustrasi Menetapkan Batas pada Anak (Freepik)

 JawaPos.com - Menetapkan batas kepada anak sering kali menjadi salah satu tantangan terbesar dalam pola asuh. 

Dalam praktiknya, banyak orang tua merasa sudah berusaha tegas, namun respons anak justru menunjukkan penolakan atau ketidakpatuhan. 

Situasi ini kerap menimbulkan kebingungan, bahkan keraguan terhadap pendekatan yang digunakan.

Padahal, kesulitan tersebut tidak selalu berasal dari perilaku anak itu sendiri. Dalam banyak kasus, ada faktor psikologis yang tidak disadari oleh orang tua. 

Faktor-faktor ini memengaruhi cara Anda menetapkan batas, menyampaikan aturan, hingga merespons perilaku anak dalam situasi tertentu.

Memahami akar permasalahan ini menjadi langkah penting untuk membangun hubungan yang lebih sehat dengan anak. 

Dengan pendekatan yang tepat, Anda tidak hanya mampu menetapkan batas secara efektif, tetapi juga membantu anak berkembang dengan rasa aman, mandiri, dan percaya diri.

1. Anda Belum Memahami Nilai yang Anda Pegang
Menetapkan batas tanpa memahami nilai pribadi sering kali membuat keputusan terasa tidak konsisten. 

Nilai adalah prinsip dasar yang menjadi landasan dalam mengambil keputusan, sedangkan tujuan hanya berfokus pada hasil akhir. 

Ketika Anda tidak memiliki kejelasan nilai, batas yang dibuat cenderung berubah-ubah dan tidak memiliki arah yang jelas.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore