Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 19 Februari 2025 | 17.07 WIB

Psikolog Ungkap 10 Alasan Orang Tanpa Anak Justru Lebih Bahagia dalam Pernikahan, Benarkah?

Ilustrasi pasangan child free bahagia (Freepik/Alexavier Rylee Cimafranca) - Image

Ilustrasi pasangan child free bahagia (Freepik/Alexavier Rylee Cimafranca)

JawaPos.com - Selama ini, banyak orang percaya bahwa punya anak adalah kunci utama sebuah keluarga menuju kebahagiaan. Sehingga banyak orang yang tak punya anak merasa tertekan. Tapi, apa benar begitu?
 
Menurut penelitian para psikolog, ternyata orang yang memilih untuk tidak punya anak cenderung lebih bahagia dibandingkan mereka yang menjadi orang tua. 
 
Bukan berarti membesarkan anak itu tidak memuaskan, tapi anggapan bahwa menjadi orang tua adalah satu-satunya jalan menuju kebahagiaan patut dipertanyakan.
 
Berikut adalah 10 alasannya, dikutip dari News Reports, Rabu (19/2).
 
 
1. Memiliki Kebebasan
 
Orang tanpa anak biasanya punya lebih banyak waktu luang, lebih sedikit stres finansial, dan lebih bebas melakukan hal-hal yang mereka sukai. 
 
Seperti yang dikatakan psikolog terkenal, Daniel Kahneman, "Orang paling bahagia adalah mereka yang bisa menikmati kesenangan hidup sederhana."
 
Ini berarti, memiliki waktu untuk diri sendiri, mengejar hobi, atau sekadar bersantai bisa meningkatkan kepuasan hidup. 
 
Tentu ini tak berarti bahwa orang yang mempunyai anak tak memiliki hal sama. Hanya saja kadar waktunya mungkin berbeda.
 
2. Waktu yang Lebih Banyak, Stres yang Lebih Sedikit
 
Menjadi orang tua berarti harus membagi waktu untuk mengurus anak, bekerja, dan menjalani kehidupan sosial. Banyak orang tua yang mengeluh kelelahan akibat tugas sehari-hari, kurang tidur, hingga tekanan finansial. 
 
Sementara itu, mereka yang tidak memiliki anak bisa menghabiskan lebih banyak waktu untuk melakukan hal-hal yang membuat mereka bahagia tanpa tekanan besar.
 
3. Jadi Orang Tua Itu Tidak Mudah
Banyak yang berbicara soal kebahagiaan menjadi orang tua—tawa anak-anak, pelukan hangat, dan kenangan indah. Tapi, sisi lain yang jarang dibahas adalah tantangan besar yang menyertainya. Mulai dari kurang tidur, kecemasan terus-menerus, hingga tuntutan finansial yang tinggi. Tidak heran, penelitian menunjukkan bahwa kebahagiaan orang tua sering kali menurun di tahun-tahun awal membesarkan anak.
 
4. Kebebasan Itu Penting
 
 
Banyak orang yang merasa lebih puas dengan hidupnya karena mereka memiliki kendali penuh atas waktu dan keputusan mereka. 
 
Psikolog Edward Deci mengatakan bahwa "motivasi otonomi membuat seseorang lebih antusias dan percaya diri." 
 
Dengan kata lain, kebebasan menentukan jalan hidup sendiri berkontribusi besar pada kebahagiaan.
 
5. Tanggung Jawab Tidak Selalu Membawa Kepuasan
 
Kita sering diajarkan bahwa mengambil tanggung jawab besar akan membuat hidup lebih bermakna. Tapi, apakah selalu begitu? Penulis buku The Paradox of Choice, Barry Schwartz, berpendapat bahwa "rahasia kebahagiaan adalah ekspektasi yang rendah." 
 
Banyak orang yang menganggap membesarkan anak sebagai pengalaman paling bermakna dalam hidup, tetapi realitasnya sering kali lebih kompleks.
 
6. Hubungan Sosial Lebih Berarti daripada Memiliki Anak
 
Penelitian Harvard yang dipimpin oleh George Vaillant menunjukkan bahwa "happiness is love. Full stop." 
 
Artinya, kebahagiaan lebih bergantung pada hubungan sosial yang berkualitas daripada status sebagai orang tua. 
 
Bagi mereka yang tidak memiliki anak, membangun hubungan yang erat dengan pasangan, sahabat, atau komunitas bisa menjadi sumber kebahagiaan yang lebih besar.
 
7. Tekanan Sosial untuk Punya Anak Tidak Selalu Benar
 
 
Di banyak budaya, ada anggapan bahwa memiliki anak adalah bagian alami dari hidup. Tapi, psikolog Carl Jung pernah mengatakan bahwa "hak istimewa terbesar dalam hidup adalah menjadi diri sendiri." 
 
Artinya, kebahagiaan datang dari menjalani hidup sesuai keinginan kita, bukan karena tuntutan masyarakat.
 
8. Mencintai Anak Bukan Berarti Menikmati Peran Sebagai Orang Tua
 
Banyak orang tua yang mencintai anak-anaknya, tetapi tetap merasa terbebani dengan tanggung jawab sebagai orang tua. 
 
Hal ini sering kali dianggap tabu untuk dibicarakan, padahal sangat nyata. Tidak sedikit yang merasa lelah, kewalahan, atau bahkan menyesali keputusan memiliki anak.
 
9. Punya Anak Bukan Jaminan Terhindar dari Kesepian
 
 
Beberapa orang berpikir bahwa memiliki anak akan membuat mereka selalu dikelilingi keluarga dan tidak merasa kesepian. Kenyataannya, banyak orang tua yang justru merasa lebih kesepian ketika anak-anak mereka tumbuh dan menjalani kehidupan mereka sendiri. 
 
Sebaliknya, orang tanpa anak sering kali memiliki lebih banyak waktu dan energi untuk menjaga hubungan sosial yang bermakna.
 
10. Hidupmu, Pilihanmu
 
Pada akhirnya, setiap orang punya jalannya masing-masing. Ada yang menemukan kebahagiaan dalam membesarkan anak, ada juga yang lebih bahagia menjalani hidup tanpa tanggung jawab tersebut. 
 
Hal terpenting adalah menjalani hidup sesuai dengan apa yang benar-benar membuat kita bahagia, bukan sekadar mengikuti ekspektasi orang lain.
 
Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore