Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 18 Februari 2025 | 21.02 WIB

Orang-orang yang Tidak Memiliki Keluarga Dekat yang Bisa Diandalkan Biasanya Menunjukkan 8 Perilaku Ini Tanpa Disadari Menurut Psikologi

Seseorang yang tidak memiliki keluarga dekat yang bisa diandalkan. (Freepik/freepik) - Image

Seseorang yang tidak memiliki keluarga dekat yang bisa diandalkan. (Freepik/freepik)

JawaPos.com - Keluarga sering kali menjadi pilar utama dalam kehidupan seseorang. Mereka memberikan dukungan emosional, tempat untuk bersandar, serta rasa aman saat menghadapi kesulitan hidup. 
 
Namun, tidak semua orang memiliki keluarga dekat yang bisa diandalkan. Beberapa orang tumbuh dalam lingkungan yang tidak suportif atau bahkan harus menjalani hidup sendiri tanpa adanya keluarga yang bisa mereka percayai.

Menurut psikologi, orang-orang yang tidak memiliki keluarga dekat yang dapat diandalkan sering kali menunjukkan beberapa perilaku tertentu, meskipun mereka sendiri mungkin tidak menyadarinya. 
 
Dilansir dari Geediting pada Selasa (18/2), terdapat 8 perilaku yang umumnya dimiliki oleh mereka yang hidup tanpa dukungan keluarga dekat:
 

Orang yang tidak memiliki keluarga dekat biasanya mengembangkan kemandirian yang sangat tinggi. 
 
Mereka terbiasa menyelesaikan segala sesuatunya sendiri, mulai dari hal kecil seperti memperbaiki barang di rumah, hingga hal besar seperti mengambil keputusan hidup yang penting.

Mereka jarang meminta bantuan orang lain, bahkan dalam situasi sulit. 
 
Hal ini terjadi karena mereka sudah terbiasa tidak memiliki tempat untuk bergantung, sehingga mereka membangun pola pikir bahwa mereka harus bisa mengandalkan diri sendiri dalam segala situasi.

2. Sulit Mempercayai Orang Lain

Karena tidak memiliki keluarga yang bisa diandalkan, mereka cenderung memiliki kesulitan dalam mempercayai orang lain, termasuk teman atau pasangan. 
 
Mereka takut dikecewakan atau ditinggalkan karena telah mengalami situasi di mana mereka tidak bisa bergantung pada orang-orang yang seharusnya berada di sisi mereka.

Ketidakpercayaan ini sering membuat mereka lebih berhati-hati dalam membangun hubungan dengan orang lain, atau bahkan menjaga jarak agar tidak terlalu terlibat secara emosional.

3. Enggan Menunjukkan Kelemahan
 

Orang yang hidup tanpa dukungan keluarga sering kali merasa bahwa menunjukkan kelemahan hanya akan membuat mereka lebih rentan. 
 
Mereka berusaha terlihat kuat di hadapan orang lain, meskipun sebenarnya mereka sedang mengalami kesulitan.

Mereka mungkin menolak untuk berbicara tentang masalah pribadi, bahkan dengan teman dekat, karena takut dianggap lemah atau tidak kompeten. 
 
Akibatnya, mereka sering memendam perasaan sendiri tanpa membagikannya kepada orang lain.

4. Memiliki Ambisi Tinggi untuk Bertahan Hidup

Karena mereka tahu bahwa tidak ada keluarga yang bisa menjadi tempat kembali jika mereka gagal, orang-orang seperti ini sering kali memiliki ambisi yang besar untuk sukses. 
 
Mereka bekerja keras agar bisa bertahan hidup dan mencapai stabilitas, baik dalam hal finansial maupun emosional.

Mereka memiliki mentalitas "kalau bukan saya, siapa lagi?" yang membuat mereka lebih termotivasi dalam mengejar cita-cita mereka, tanpa berharap ada orang lain yang akan menolong jika mereka jatuh.

5. Tidak Terlalu Tertarik pada Ikatan Keluarga Tradisional

Banyak orang yang tumbuh tanpa dukungan keluarga dekat menjadi kurang tertarik pada konsep keluarga tradisional. 
 
Mereka mungkin tidak terlalu merasa perlu untuk membangun hubungan yang erat dengan kerabat jauh atau bahkan enggan untuk menikah dan membangun keluarga sendiri.

Hal ini bisa terjadi karena mereka tidak memiliki pengalaman positif dengan keluarga, sehingga sulit bagi mereka untuk memahami atau menginginkan dinamika keluarga seperti yang dialami oleh orang lain.

6. Cenderung Memilih Pertemanan yang Berkualitas Daripada Kuantitas
 

Karena mereka tidak memiliki keluarga dekat yang bisa diandalkan, mereka sangat selektif dalam memilih teman. 
 
Mereka lebih mengutamakan kualitas hubungan daripada jumlah teman yang mereka miliki.

Mereka lebih memilih memiliki beberapa teman yang benar-benar bisa dipercaya daripada sekadar memiliki banyak kenalan yang hanya hadir di saat-saat menyenangkan tetapi menghilang ketika dibutuhkan. 
 
Persahabatan bagi mereka adalah pengganti keluarga, sehingga mereka sangat berhati-hati dalam menjaganya.

7. Rentan Mengalami Kesepian, Tapi Enggan Mengakuinya

Hidup tanpa keluarga yang bisa diandalkan sering kali membuat seseorang merasa kesepian, meskipun mereka tidak selalu mengakuinya. 
 
Mereka mungkin terlihat baik-baik saja di luar, tetapi di dalam hati mereka sering merasakan kekosongan karena tidak memiliki seseorang yang benar-benar memahami mereka tanpa syarat.

Namun, alih-alih mengungkapkan kesepian itu, mereka cenderung mengalihkan perhatian dengan bekerja, mengejar hobi, atau bahkan mengisolasi diri agar tidak terlalu merasakan perasaan tersebut.

8. Memiliki Mekanisme Koping yang Unik

Orang-orang yang tidak memiliki keluarga dekat sering kali mengembangkan cara mereka sendiri dalam menghadapi tekanan hidup. 
 
Beberapa mungkin menemukan pelarian dalam seni, olahraga, atau pekerjaan, sementara yang lain mungkin memiliki cara yang lebih introspektif, seperti menulis jurnal atau bermeditasi.

Mereka harus menemukan cara mereka sendiri untuk menghadapi kesulitan, karena tidak ada sosok keluarga yang bisa menjadi tempat berbagi atau bercerita. 
 
Akibatnya, mereka memiliki mekanisme bertahan yang berbeda dari kebanyakan orang, dan sering kali lebih mandiri dalam mengatur emosi mereka.

Kesimpulan
 

Tidak memiliki keluarga dekat yang bisa diandalkan bukan berarti seseorang tidak bisa hidup dengan baik atau bahagia.
 
Namun, hal ini memang dapat membentuk karakter dan kebiasaan tertentu yang membedakan mereka dari orang-orang yang memiliki dukungan keluarga yang kuat.

Meskipun mereka terlihat mandiri dan kuat, bukan berarti mereka tidak membutuhkan kasih sayang dan dukungan dari orang lain. 
 
Oleh karena itu, jika Anda mengenal seseorang dengan karakteristik ini, cobalah untuk lebih memahami mereka dan menjadi bagian dari lingkaran dukungan mereka.

Bagaimanapun juga, manusia adalah makhluk sosial yang tetap membutuhkan hubungan yang hangat dan berarti, meskipun mereka telah terbiasa hidup sendiri.
 
***
Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore