Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 17 Februari 2025 | 21.26 WIB

Pria yang Bermental Kekanak-kanakan Secara Emosional Biasanya Menunjukkan 8 Perilaku Ini Menurut Psikologi, Apa Saja?

Perilaku menyesal menikah muda menurut psikologi. (Freepik/stockking) - Image

Perilaku menyesal menikah muda menurut psikologi. (Freepik/stockking)

JawaPos.com – Psikologi memberikan gambaran tentang pria yang memiliki mentalitas kekanak-kanakan secara emosional, sering kali ditandai dengan perilaku yang mencerminkan ketidakdewasaan dalam mengelola emosi.

Perilaku ini dapat terlihat dalam cara mereka menghadapi konflik, bertanggung jawab, atau membangun hubungan. Sifat kekanak-kanakan emosional ini tidak hanya memengaruhi diri sendiri tetapi juga hubungan mereka dengan orang lain.

Dilansir dari Hack Spirit pada  Senin (17/2), diterangkan bahwa terdapat delapan perilaku yang melekat pada mereka yang menyesal setelah menikah muda menurut Psikologi.

  1. Menghindari tanggung jawab emosional

Pola perilaku yang sering muncul pada pria dengan kematangan emosi rendah adalah kebiasaan menghindar dari tanggung jawab emosional mereka. Ketika diminta untuk berkomitmen, mereka kerap mencari-cari alasan dengan mengatakan “belum siap” atau selalu sibuk tanpa memberikan perhatian yang tulus.

Mereka cenderung menghindari pembicaraan serius tentang perasaan dan kebutuhan pasangan, seolah-olah itu adalah hal yang menakutkan. Meskipun terkadang perilaku menghindar ini tidak disadari, dampaknya tetap merusak hubungan karena menciptakan jarak emosional yang semakin dalam.

  1. Kesulitan menerima kritik

Berurusan dengan pria yang tidak bisa menerima kritik ibarat berjalan di atas kulit telur - sangat rapuh dan penuh kehati-hatian. Mereka seringkali bereaksi berlebihan ketika mendapat masukan, baik dengan menarik diri atau justru meledak marah.

Sikap defensif ini menunjukkan ketidakmampuan mereka dalam menerima umpan balik yang konstruktif untuk pengembangan diri. Padahal kemampuan menerima kritik dengan lapang dada merupakan tanda kedewasaan emosional yang penting.

  1. Sulit mengekspresikan emosi

Berkomunikasi dengan pria yang tidak bisa mengungkapkan emosinya seperti berusaha memecahkan kelapa dengan sendok - frustasi dan tampak mustahil. Alih-alih mengakui perasaan terluka atau kecewa, mereka lebih sering melampiaskannya dalam bentuk kemarahan atau sebaliknya, menarik diri dalam diam.

Keterbatasan dalam mengekspresikan emosi ini menciptakan hambatan komunikasi yang signifikan dalam hubungan. Pria dengan kedewasaan emosional seharusnya mampu menyampaikan perasaannya dengan cara yang jelas dan penuh hormat.

  1. Terlalu bergantung pada humor

Penggunaan humor yang berlebihan, terutama dalam situasi serius, bisa menjadi tanda ketidakmatangan emosional. Mereka sering menggunakan lelucon sebagai tameng untuk menghindari pembicaraan mendalam atau konflik yang tidak menyenangkan.

Meskipun humor memang penting dalam hubungan, namun bila digunakan sebagai mekanisme pelarian dari kedekatan emosional, ini menunjukkan ketidakmatangan. Keseimbangan antara bisa bercanda dan serius sama pentingnya dalam membangun hubungan yang sehat.

  1. Perubahan suasana hati yang ekstrem

Menghadapi pria dengan mood swing ekstrem seperti menaiki roller coaster emosional yang tak berkesudahan. Satu menit mereka bisa sangat bahagia, dan di menit berikutnya berubah menjadi sangat murung tanpa alasan yang jelas.

Ketidakstabilan emosi semacam ini mencerminkan ketidakmatangan dalam mengelola perasaan dan reaksi terhadap situasi. Orang yang matang secara emosional umumnya memiliki kemampuan yang lebih baik dalam menjaga kestabilan mood mereka.

  1. Gagal mempertahankan hubungan

Pria yang secara emosional belum matang seringkali kesulitan mempertahankan hubungan jangka panjang, baik itu romantis, keluarga, maupun pertemanan. Bila ditelusuri lebih dalam, kegagalan ini biasanya berakar dari ketidakmampuan mereka dalam menangani konflik dan berkomunikasi secara efektif.

Mereka cenderung melompat dari satu hubungan ke hubungan lain tanpa melakukan introspeksi mendalam. Pola ini menunjukkan ketidakmampuan belajar dari pengalaman masa lalu untuk pertumbuhan pribadi.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore