Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 17 Februari 2025 | 13.35 WIB

Menurut Psikologi, Ini 7 Alasan Seseorang Susah Minta Maaf Ketika Melakukan Kesalahan! Punya Ego Tinggi?

Ilustrasi seorang wanita. (User18526052/Freepik).  - Image

Ilustrasi seorang wanita. (User18526052/Freepik). 

JawaPos.com – Pernahkah Anda bertemu seseorang yang susah meminta maaf dan selalu berkelit dari kesalahan yang ia perbuat? Bahkan, terkadang ia bisa memutarnya dan memanipulasi Anda sehingga Anda berpikir itu adalah kesalahan Anda?

Meminta maaf merupakan salah satu cara terbaik untuk meredam konflik dan memperbaiki kesalahan. Tetapi, tindakan kecil ini bisa sangat menyulitkan untuk sebagian orang. Sehingga, kerap kali membuat frustrasi dan justru malah menyebabkan suasana tambah panas.

Meski demikian, ternyata ada beberapa alasan di balik mengapa seseorang susah meminta maaf dan mengakui kesalahannya menurut psikologi. Seperti dirangkum dari Learning Mind dan Parade.com, berikut ulasan selengkapnya.

1. Takut citranya rusak

Banyak orang memilih untuk tidak meminta maaf karena mereka takut citra dirinya akan rusak, meskipun telah melakukan sebuah kesalahan.

Padahal, di dunia ini tidak ada seorang pun yang sempurna. Tetapi, beberapa orang ingin dilihat sebagai sosok yang sempurna, sehingga meminta maaf dan mengakui kesalahan dinilai dapat merusak harga dirinya.

2. Tidak sadar melakukan kesalahan

Aneh tapi nyata, beberapa orang yang susah meminta maaf terkadang tidak sadar bahwa mereka telah melakukan kesalahan. Bahkan jika orang lain memaksa mereka untuk meminta maaf, mereka akan sulit memahami mengapa tindakan itu harus dilakukan.

Tidak seperti orang yang memiliki gengsi dan takut citranya rusak karena meminta maaf, orang yang tidak menyadari kesalahannya kerap kali tidak memiliki keterampilan sosial yang kuat. Sehingga, mereka terkadang akan kebingungan mengapa mereka harus meminta maaf.

3. Punya ego dan gengsi yang tinggi

Orang yang memiliki ego dan gengsi yang tinggi terkadang takut untuk meminta maaf. Mereka memiliki gagasan bahwa mereka mengakui kesalahan dan meminta maaf, maka mereka akan terlihat lemah. Sehingga, ini bisa melukai harga diri mereka.

Jadi, untuk menjaga egonya, mereka harus menahan permintaan maaf dan bersikap baik-baik saja. Biasanya, mereka juga membelokkan kesalahan pada orang lain. Bahkan, orang yang sudah disakiti oleh mereka pun tak luput dari tuduhan.

4. Narsistik

Beberapa orang yang susah meminta maaf mungkin saja menikmati kekacauan yang mereka perbuat. Mereka tidak akan meminta maaf karena ini bisa jadi memberi mereka kepuasan karena telah mengacaukan hidup orang lain.

Banyak orang yang menderita gangguan kepribadian narsistik sulit mengakui kesalahannya dan justru mengkambing hitamkan orang lain.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore