Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 17 Februari 2025 | 02.08 WIB

Ciri Mental People Pleaser: 7 Perilaku Orang yang Terlalu Bersemangat untuk Disukai dan Diterima, Menurut Psikologi

Ilustrasi Perilaku Orang yang Terlalu Bersemangat untuk Disukai dan Diterima - Image

Ilustrasi Perilaku Orang yang Terlalu Bersemangat untuk Disukai dan Diterima

JawaPos.com - Pernahkah kamu merasa harus selalu menyenangkan orang lain, bahkan jika itu berarti mengorbankan kenyamanan atau pendapatmu sendiri? Jika iya, mungkin kamu memiliki mental people pleaser. Suatu pola pikir di mana seseorang terlalu berusaha untuk mendapatkan persetujuan orang lain, bahkan dengan mengorbankan kebutuhannya sendiri.

Menurut psikologi, orang yang bersemangat untuk disukai dan diterima sering kali memiliki harga diri rendah dan merasa perlu melakukan apa saja agar tetap diterima dalam suatu kelompok. Hal ini bisa menjadi kebiasaan yang sulit dihentikan karena mereka takut akan penolakan atau konflik.

Dilansir dari laman Hack Spirit pada Minggu (16/2) berikut adalah tujuh ciri umum dari seseorang dengan mental people pleaser. Jika beberapa di antaranya terdengar familiar, mungkin ini saatnya untuk lebih mengenal diri sendiri!

1. Mereka Setuju dengan Semuanya

Orang dengan mental people pleaser cenderung mengangguk dan menyetujui pendapat orang lain, bahkan jika mereka sebenarnya tidak sependapat. Bagi mereka, perbedaan pendapat terasa seperti ancaman terhadap hubungan.

Masalahnya, orang yang terlalu bersemangat untuk disukai dan diterima sering kali mengorbankan keaslian diri mereka sendiri. Padahal, orang tidak menghargai mereka yang selalu menyerah atau mengikuti arus tanpa berpikir panjang. Alih-alih membuat mereka lebih disukai, sikap ini justru bisa membuat mereka terlihat tidak memiliki pendirian.

2. Terlalu Banyak Meminta Maaf

Meminta maaf memang baik jika dilakukan pada saat yang tepat. Namun, jika seseorang terlalu sering meminta maaf untuk hal-hal kecil atau yang bahkan bukan kesalahannya, itu bisa menjadi tanda bahwa mereka merasa tidak cukup baik.

Kebiasaan ini sering kali muncul dari harga diri rendah, di mana seseorang merasa bahwa dirinya adalah penyebab masalah, bahkan jika itu tidak benar. Faktanya, meminta maaf secara berlebihan bisa membuat orang lain kurang menghargai mereka karena mereka tampak tidak yakin dengan dirinya sendiri.

3. Tertawa Bahkan Ketika Itu Tidak Lucu

Orang dengan mental people pleaser sering kali tertawa hanya karena merasa perlu, bukan karena mereka benar-benar menemukan sesuatu yang lucu. Ini adalah respons bawah sadar untuk memastikan bahwa mereka tetap diterima dalam kelompok.

Jika kamu menyadari kebiasaan ini dalam dirimu, coba tanyakan: “Apakah saya benar-benar ingin tertawa, atau saya hanya takut dianggap kaku?” Orang yang tepat tidak akan menilaimu hanya karena kamu tidak ikut tertawa sebab mereka justru akan lebih menghargai kejujuran emosionalmu.

4. Berpura-pura Menyukai Hal yang Tidak Mereka Sukai

Orang dengan mental people pleaser sering kali menyesuaikan minat dan pendapat mereka dengan lingkungan sekitarnya. Bahkan jika itu berarti menyukai sesuatu yang sebenarnya tidak mereka nikmati.

Menurut penelitian, mereka yang terlalu bersemangat untuk disukai dan diterima bisa tanpa sadar mengubah preferensinya hanya demi menyesuaikan diri dengan kelompok sosial. Jika ini terdengar seperti dirimu, mungkin sudah waktunya untuk bertanya pada diri sendiri: Apakah saya benar-benar menyukai ini, atau saya hanya ingin diterima?

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore