Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 14 Februari 2025 | 16.57 WIB

Kenali 7 Tingkah Laku Orang yang Suka Playing Victim Saat Mereka Salah dan Tidak Mau Bertanggung Jawab

Ilustrasi: Pasangan bertengkar. (Pexels)  - Image

Ilustrasi: Pasangan bertengkar. (Pexels) 

JawaPos.com – Dalam hubungan sosial, baik itu pribadi, profesional, atau keluarga, beberapa orang pasti pernah berhadapan dengan orang yang sering kali merasa menjadi korban dalam setiap situasi, bahkan ketika mereka sendiri yang melakukan kesalahan.

Sikap ini dikenal dengan istilah playing victim atau “berperan sebagai korban”, yaitu seseorang yang cenderung menghindari tanggung jawab atas perbuatan mereka dan malah membalikkan keadaan, sehingga orang lain yang tampak seolah bersalah.

Hal ini tidak hanya merugikan mereka sendiri, tetapi juga dapat menciptakan ketegangan dalam hubungan yang seharusnya sehat dan saling mendukung.

Melansir dari laman The Blog Herald, Jumat (14/2), dalam artikel ini akan membahas 7 tingkah laku yang sering muncul dari orang-orang yang suka bermain peran sebagai korban.

  1. Mereka memutarbalikkan kebenaran

Seseorang yang sering merasa dirinya sebagai korban cenderung meremehkan kesalahan mereka sendiri dan membesar-besarkan kesalahan orang lain.

Ini berarti mereka memutarbalikkan kejadian agar terlihat sebagai pihak yang dirugikan, padahal mereka mungkin juga ikut berperan dalam masalah tersebut. Orang seperti ini lebih fokus menyalahkan orang lain dan mengabaikan peran mereka dalam konflik.

  1. Mereka terus mencari simpati

Orang yang sering bertindak seperti korban cenderung mencari dukungan emosional dari orang-orang di sekitarnya, meskipun mereka sendiri mungkin yang memicu masalah atau drama tersebut.

Mereka sering mengeluh tentang perlakuan tidak adil dan berharap mendapatkan simpati dan kenyamanan, misalnya dari rekan kerja atau teman.

  1. Mereka mengalihkannya dengan kesulitan pribadi

Beberapa orang menggunakan kesulitan masa lalu, seperti masalah di masa kecil, keuangan, atau kesehatan, untuk menjelaskan atau membenarkan kesalahan mereka.

Memahami latar belakang seseorang itu memang penting, dan wajar jika pengalaman masa lalu memengaruhi perilaku mereka.

Namun, jika seseorang terus-menerus menggunakan masa lalu untuk memaafkan tindakan buruk yang mereka lakukan, itu sudah menjadi bentuk playing victim.

  1. Mereka bersikap pasif-agresif

Alih-alih mengakui atau menghadapi kesalahan mereka secara langsung, mereka menggunakan komentar untuk memanipulasi orang lain agar merasa bersalah atau kasihan pada mereka.

Misalnya, mereka bisa mengatakan hal-hal seperti, “Kurasa aku selalu menjadi orang jahat” atau “Aku tahu kalau tidak ada yang di pihakku, kok”.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore