Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 13 Februari 2025 | 15.21 WIB

8 Tanda Komunikasi Buruk dalam Hubungan yang Perlu Diperhatikan Agar Tidak Merusak dan Dapat Segera Diatasi, Apa Saja?

Ilustrasi tanda komunikasi buruk dalam hubungan. (Vera Arsic/pexels.com) - Image

Ilustrasi tanda komunikasi buruk dalam hubungan. (Vera Arsic/pexels.com)

JawaPos.com - Komunikasi buruk bisa merusak hubungan dengan ketidakjelasan, inkonsistensi, dan ketidaksungguhan, menghancurkan kepercayaan dan kedekatan. Sebaliknya, komunikasi yang baik memperkuat kepercayaan, membangun kedekatan emosional, dan mendukung penyelesaian konflik serta pengambilan keputusan bersama.

Tindakan ini perlu dicegah agar tidak muncul kesalahpahaman dan menciptakan hubungan yang sehat dan langgeng. Mengutip Simply Psychology, berikut beberapa tanda komunikasi buruk dalam hubungan yang perlu diperhatikan supaya tidak merusak dan dapat segera diatasi.

1. Keterampilan mendengar yang buruk

Mendengarkan aktif merupakan kunci komunikasi yang efektif karena ini memungkinkan kita untuk sepenuhnya terlibat pada percakapan dan merespons dengan perhatian. Pendengar yang buruk sering teralihkan oleh pikiran mereka sendiri, lebih fokus pada apa yang hendak mereka katakan, dan mengabaikan apa yang disampaikan orang lain.

Keterampilan mendengar yang buruk mampu mengakibatkan kita tidak hadir sepenuhnya, menyela percakapan, atau tidak berupaya memahami sudut pandang orang lain, sehingga hal ini bisa menurunkan kualitas komunikasi dan hubungan yang terjalin.

2. Kritik tanpa masukan

Mengkritik pasangan tanpa memberikan masukan atau saran yang membangun bisa memicu sikap defensif dan menumbuhkan rasa dendam. Menurut pakar hubungan, John Gottman, sikap ini adalah salah satu dari empat faktor utama yang dapat berujung pada perceraian.

Selain itu, menggunakan pernyataan umum seperti “kamu selalu” atau “kamu tidak pernah” tidak hanya mengabaikan usaha positif pasangan, namun juga menyampaikan perasaan menyalahkan yang mendalam. Pernyataan semacam ini biasanya berlebihan dan dapat membuat pasangan merasa diserang atau tidak dihargai, memperburuk situasi dan menghambat komunikasi yang sehat.

3. Penghinaan

Penghinaan dalam hubungan bisa merusak kedekatan emosional antara pasangan sebab ini melibatkan perlakuan yang penuh dengan ejekan, hinaan, atau cemoohan. Saat seseorang menghinakan pasangannya, mereka secara tidak langsung merendahkan martabat pasangan tersebut, membuatnya merasa bahwa dirinya tidak dihargai, dan pendapat serta perasaan mereka dianggap tidak penting.

Tindakan ini tidak hanya menyakitkan, tetapi juga merusak rasa saling hormat yang seharusnya menjadi dasar dari hubungan yang sehat. Penghinaan semacam ini mampu menciptakan jarak emosional yang besar, merusak kepercayaan, dan bahkan memicu perasaan rendah diri pada pasangan yang dihina.

4. Menghalangi

Stonewalling merupakan istilah yang digunakan dalam menggambarkan sikap menjauh atau menarik diri dari orang lain, khususnya terhadap konteks hubungan. Ini terjadi ketika seseorang menolak untuk berinteraksi atau berkomunikasi, di mana akan terlihat sebagai sikap diam yang disengaja.

Menurut pakar hubungan terkenal, John Gottman, stonewalling adalah salah satu prediktor utama yang dapat mengarah pada perceraian, yakni faktor kedua dari empat tanda utama yang mengindikasikan hubungan yang berisiko.

Fenomena ini terjadi ketika salah satu pasangan secara emosional dan fisik menarik diri dari percakapan, tidak merespons, atau menghindari untuk terlibat dalam diskusi apapun. Kondisi ini dapat sangat merusak hubungan karena komunikasi yang efektif sangat penting guna menyelesaikan masalah dan menjaga kedekatan emosional dalam suatu hubungan.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore