
Ilustrasi seseorang memiliki kepribadian Superiority Complex (Pexels)
JawaPos.com–Pernahkah bertemu seseorang yang selalu merasa paling benar, paling hebat, dan paling tahu segalanya? Seperti seorang rekan kerja yang selalu menyela pembicaraan, meremehkan ide orang lain, dan gemar memamerkan pencapaiannya.
Dilansir dari laman Alodokter seseorang yang memiliki karakter percaya diri akan lebih unggul dan lebih tahu daripada orang lain secara berlebihan disebut superiority complex. Padahal yang dibanggakannya tidak sesuai dengan kenyataan.
Kondisi ini pertama kali diperkenalkan oleh seorang psikolog bernama Alfred Adler. superiority complex adalah bentuk kompensasi dari perasaan rendah diri yang mendalam. Seseorang yang memiliki superiority complex berusaha untuk menutupi rasa tidak aman mereka dengan bersikap superior. Untuk mengetahui ciri-ciri seseorang yang memiliki superiority complex mungkin menunjukkan beberapa ciri-ciri.
Meskipun penyebab pasti superiority complex belum diketahui secara pasti, sebagai rekan kerja, penting untuk memahami penyebab seseorang memiliki superiority complex. Pemahaman ini dapat membantu kita untuk bersikap lebih empati dan mencari cara yang tepat untuk berinteraksi.
- Pengalaman Masa Kecil yang Tidak Menyenangkan
Pengalaman trauma atau perasaan tidak aman di masa kecil, seperti kurangnya kasih sayang, perlakuan kasar, atau penolakan sehingga membuat superiority complex mempertahankan diri untuk menutupi luka emosional yang mendalam.
- Tuntutan Orang Tua yang Terlalu Tinggi
Sebagai anak yang diberikan tuntutan secara terus-menerus untuk selalu sempurna mungkin merasa harus menjadi superior untuk mendapatkan penerimaan dan cinta.
- Tekanan Sosial
Berasal atau sedang berada di lingkungan yang kompetitif dan fokus pada pencapaian dapat membuat seseorang harus selalu lebih baik dari orang lain.
- Rendahnya Percaya Diri
Jika merasa tidak aman atau tidak berharga mungkin berusaha untuk menutupi perasaan tersebut dengan bersikap superior.
Superiority complex adalah kondisi yang perlu diwaspadai, baik pada diri sendiri maupun orang lain. Mengenali ciri-cirinya adalah langkah awal untuk membangun hubungan yang lebih sehat dan menghindari dampak negatifnya.
Apabila sudah merasakan ciri-ciri ini pada diri sendiri atau orang lagi, jangan ragu untuk mencari bantuan profesional. Adanya kesadaran diri, kemauan untuk berubah, dan bantuan profesional jika diperlukan, seseorang dapat mengatasi superiority complex dan membangun kehidupan yang lebih bahagia dan bermakna.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
