Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 7 Februari 2025 | 02.38 WIB

7 Kesalahan Pengasuhan yang Harus Dihindari Agar Anak Tetap Dekat dengan Anda Seiring Bertambah Dewasa

6 Cara Bertahan dalam Arisan Keluarga Tanpa Merasa Cemas Secara Sosial

JawaPos.com - Sebagai orang tua, kita sering kali berpikir bahwa dengan melakukan semua hal "benar"—menetapkan aturan, memberi panduan, dan menyediakan kebutuhan anak—mereka akan tetap dekat dengan kita saat mereka dewasa. Namun, kenyataannya, mempertahankan ikatan kuat antara orang tua dan anak tidak hanya bergantung pada apa yang Anda lakukan, tetapi juga apa yang perlu dihindari.

Dilansir dari laman geediting, Kamis (06/02), berikut adalah tujuh kesalahan pengasuhan umum yang harus dihindari untuk menjaga kedekatan dengan anak-anak seiring bertambahnya usia mereka:

  1. Mengharapkan Rasa Hormat Tanpa Memberikannya Kembali
    Mudah untuk menganggap bahwa karena Anda adalah orang tua, anak otomatis harus menghormati Anda. Namun, rasa hormat dibangun melalui pemahaman dan kepercayaan timbal balik. Anak yang merasa pendapat atau perasaannya selalu diabaikan akan mulai menarik diri, menciptakan jarak emosional yang bertahan hingga dewasa. Sebaiknya, tunjukkan rasa hormat tersebut dengan mendengarkan mereka dan mengakui perasaan mereka.

  • Meremehkan Perasaan Anak karena “Itu Bukan Masalah Besar”
    Sering kali kita berpikir kita membantu anak dengan mengatakan, "Itu tidak seburuk yang kamu kira" atau "Kamu akan baik-baik saja" ketika mereka kesal. Padahal, mengabaikan perasaan mereka bisa membuat mereka merasa tidak didengar. Sebagai gantinya, akui perasaan mereka dengan kalimat seperti, "Itu terdengar sangat membuat frustrasi" atau "Aku mengerti kenapa itu membuatmu kesal."

  • Menyembunyikan Kesalahan dengan Menghindari Kata "Maaf"
    Mengakui kesalahan sebagai orang tua bukan berarti Anda kehilangan kontrol. Justru, dengan meminta maaf, Anda menunjukkan pada anak cara bertanggung jawab dan memperbaiki hubungan. Menghindari permintaan maaf justru mengajarkan anak bahwa kesalahan harus disembunyikan, bukan diterima.

  • Mengendalikan Pilihan Anak Alih-Alih Memberi Panduan
    Sebagai orang tua, kita sering merasa perlu mengambil keputusan untuk anak-anak, tapi itu bisa membuat mereka merasa tertekan. Alih-alih mengontrol, cobalah untuk memberi ruang dengan bertanya, "Apa menurutmu pilihan terbaik di sini?" Ini akan membantu mereka belajar untuk membuat keputusan sendiri dan mempercayai diri mereka.

  • Membuat Segalanya Tentang Memperbaiki Masalah
    Ketika anak mengungkapkan masalah, kita sering kali langsung memberi solusi. Padahal, mereka mungkin hanya ingin didengarkan. Mengalihkan perhatian dari pemecahan masalah dan fokus pada mendengarkan dapat membuat anak merasa lebih dihargai dan mendekatkan hubungan.

  • Mengharapkan Mereka Terbuka Sesuai Jadwal Anda
    Anak tidak selalu siap membuka diri saat kita memintanya. Mereka lebih terbuka ketika mereka merasa aman dan nyaman. Alih-alih memaksa percakapan, cobalah untuk mendengarkan mereka saat mereka siap berbicara, yang sering kali terjadi ketika kita tidak memaksakan topik pembicaraan.

  • Baca Juga: Orang yang Pura-pura Sukses Tapi Sebenarnya Bangkrut Biasanya Menunjukkan 10 Perilaku Ini

  • Lupa Bahwa Kehadiran Anda Lebih Penting Daripada Kesempurnaan Anda
    Anak tidak membutuhkan orang tua yang sempurna. Mereka membutuhkan orang tua yang selalu ada untuk mereka, tidak peduli seberapa sering Anda membuat kesalahan. Momen-momen kecil seperti berbicara larut malam atau sekadar duduk bersama mereka adalah kenangan yang akan tetap dikenang sepanjang hidup mereka.

  • Editor: Kuswandi
    Tags
    Artikel Terkait
    Jawa Pos
    JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
    Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
    Download Aplikasi JawaPos.com
    Download PlaystoreDownload Appstore