
Ilustrasi seseorang dalam membantu teman. (Freepik)
JawaPos.com – Beberapa orang sangat suka membantu teman atau orang sekitar, hingga terkadang sikap tersebut memunculkan perasaan seperti terkuras, kewalahan, atau bahkan kesal setelah memberikan terlalu bantuan diri kepada orang lain.
Anda mungkin terlalu banyak berkorban pada orang lain dan tidak cukup memiliki waktu untuk diri sendiri. Ini adalah masalah umum yang banyak terjadi diberbagai kalangan dan sering kali tanpa menyadarinya.
Kebanyakan orang beranggapan bahwa jika terus-menerus memenuhi kebutuhan orang lain sementara mengabaikan kebutuhan Anda sendiri, hal tersebut dapat menyebabkan stres dan kelelahan.
Seperti dilansir dari laman Geediting, berikut 5 dampak buruk seseorang karena terlalu sering membantu orang hingga mengabaikan kepentingan pribadi.
1. Merasa terkuras secara terus menerus
Jika Anda sering merasa terkuras secara emosional, mental, atau bahkan fisik, hal itu bisa jadi merupakan tanda bahwa Anda terlalu banyak menginvestasikan energi pada orang lain dan tidak cukup pada diri sendiri.
Anda mungkin merasa seperti Anda terus-menerus bepergian, memenuhi kebutuhan dan harapan orang lain. Dan meskipun menyenangkan berada di sana untuk orang lain, sama pentingnya juga untuk menjaga diri sendiri.
Bila Anda selalu mengutamakan orang lain, Anda mungkin mengabaikan kebutuhan dan keinginan Anda sendiri. Hal ini dapat menyebabkan kelelahan, stres, dan kebencian.
Psikologi menjelaskan bahwa adalah sehat dan perlu untuk menetapkan batasan dan memprioritaskan kesejahteraan Anda sendiri.
Lagi pula, jika Anda tidak beroperasi dengan sebaik-baiknya, akan jauh lebih sulit untuk membantu orang lain secara efektif.
2. Mencari validasi dari orang lain
Anda mungkin berpikir bahwa terus-menerus mencari validasi dari orang lain hanyalah tanda kepedulian yang mendalam terhadap pendapat orang lain. Namun kenyataannya, itu pertanda jelas bahwa Anda terlalu banyak meluangkan waktu pada orang lain dan tidak cukup pada diri sendiri.
Bila Anda mengandalkan orang lain untuk persetujuan atau kepastian, pada dasarnya Anda memberi mereka kendali atas harga diri Anda. Hal ini dapat membuat Anda rentan terhadap kritik dan penolakan, dan juga dapat mempersulit Anda dalam membuat keputusan secara mandiri.
Psikologi menunjukkan bahwa rasa harga diri yang sehat datang dari dalam. Ini tentang mengetahui nilai diri Anda dan percaya pada diri sendiri, terlepas dari apa yang orang lain pikirkan atau katakan.
Jadi, jika Anda mendapati diri Anda lebih sering mencari validasi dari orang lain, mungkin sudah waktunya untuk mulai lebih berinvestasi pada kepercayaan diri Anda sendiri.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
