Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 3 Februari 2025 | 21.35 WIB

7 Efek Jangka Panjang Bagi Kepribadian Anak Jika Terlalu Dimanja Orang Tua, Menurut Psikologis

Ilustrasi- Anak dimanja orang tua saat kecil. (Freepik) - Image

Ilustrasi- Anak dimanja orang tua saat kecil. (Freepik)

JawaPos.com - Pendidikan yang diberikan orang tua sangat mempengaruhi perkembangan kepribadian anak. Dalam upaya untuk memberikan yang terbaik bagi anak, beberapa orang tua mungkin cenderung memanjakan mereka dengan memenuhi semua keinginan tanpa memberi batasan yang jelas.

Meskipun niat tersebut berasal dari kasih sayang, terlalu memanjakan anak dapat berdampak buruk pada pembentukan karakter mereka di masa depan. Menurut para psikolog, ada sejumlah efek jangka panjang yang dapat muncul pada kepribadian anak yang terlalu dimanjakan.

Melansir Baseline, berikut ini adalah tujuh dampak yang sering kali muncul sebagai hasil dari pola asuh yang berlebihan.

1) Kesulitan dengan Struktur dan Aturan

Anak yang terlalu dimanjakan cenderung tidak terbiasa dengan struktur dan aturan yang jelas. Tanpa batasan yang tegas, anak bisa kesulitan menyesuaikan diri dengan lingkungan yang membutuhkan kepatuhan terhadap aturan dan norma yang ada, baik di sekolah maupun di masyarakat.

2) Kesulitan dalam Disiplin Diri

Kebiasaan orang tua yang selalu memenuhi keinginan anak dapat menyebabkan anak kesulitan mengembangkan disiplin diri.

Anak yang terbiasa dimanjakan cenderung sulit menahan diri untuk tidak mendapatkan apa yang mereka inginkan secara instan, yang bisa berdampak negatif pada kebiasaan dan perilaku mereka di masa depan.

3) Kecenderungan untuk Menunda-nunda

Anak yang terbiasa mendapatkan segala sesuatu tanpa usaha besar akan merasa kurang termotivasi untuk bekerja keras. Hal ini bisa berujung pada kecenderungan untuk menunda-nunda pekerjaan, karena mereka tidak terbiasa mengatasi tantangan atau kesulitan dalam mencapai tujuan.

4) Rasa Kreativitas yang Kuat

Meski demikian, ada sisi positif dari dimanjakan, yaitu anak yang sering dipenuhi keinginan dan kebutuhannya bisa memiliki waktu lebih banyak untuk mengeksplorasi minat mereka.

Ini dapat memunculkan kreativitas dan daya imajinasi yang tinggi, karena mereka tidak terhambat oleh tekanan atau kewajiban lainnya.

5) Empati yang Tinggi

Anak yang merasa diperhatikan dan dimanjakan sering kali lebih peka terhadap perasaan orang lain. Mereka belajar bahwa orang lain juga memiliki perasaan yang perlu dihargai, yang dapat membuat mereka tumbuh menjadi individu dengan empati yang tinggi terhadap orang sekitar.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore