Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 3 Februari 2025 | 19.13 WIB

Jika Anda Ingin Menjaga Pikiran Anda Tetap Tajam Hingga Usia 70-an dan Seterusnya, Ucapkan Selamat Tinggal pada 5 Kebiasaan Ini

Ilustrasi bertambah usia. (Pexels/Peter Vercoelen)

 

JawaPos.com - Menjadi lebih tua dengan pikiran yang jernih dan bersemangat tidak terjadi secara kebetulan. Biasanya merupakan hasil dari menghindari jebakan tertentu yang menumpulkan mental kita. Percayalah, saya dulu adalah juara all-nighters berkafein dan doomscrolling media sosial, sampai saya menyadari kebiasaan ini perlahan-lahan menghilangkan fokus dan kreativitas saya.

Dan aku tidak sendirian. Kompleksitas dunia modern kita-mulai dari menyulap banyak pekerjaan hingga menjalin hubungan nyata di tengah semua kebisingan digital ini, berarti lebih mudah dari sebelumnya untuk berakhir dengan kabut otak. Tapi inilah kabar baiknya: kita bisa melakukan sesuatu. Di bawah ini adalah lima kebiasaan yang mungkin ingin Anda buang jika tujuan Anda adalah menjaga pikiran Anda tetap tajam. Berikut lima kebiasaannya, dikutip dari geediting pada Senin (3/2). 

1.Mengabaikan hubungan sosial

Jika menurut Anda pikiran yang tajam adalah teka-teki Sudoku dan sayuran hijau, pikirkan lagi. Hubungan sosial yang kuat sama pentingnya. Meluangkan waktu untuk membina persahabatan dan komunitas yang tulus memberikan keuntungan besar bagi kesehatan mental Anda. Studi ilmiah telah menunjukkan bahwa kesepian dapat menyebabkan penurunan kognitif. Plus, melakukan percakapan yang bermakna membuat kita tetap terlibat, ingin tahu, dan terbuka terhadap ide-ide baru.

2.Terlalu banyak menerima berita negatif

Pernah memperhatikan bagaimana siklus berita bisa terasa seperti lingkaran malapetaka dan kesuraman yang tidak pernah berakhir? Salah satu kebiasaan yang pasti akan mengaburkan pikiran Anda adalah terlalu banyak membaca berita negatif. Baik Anda terpaku pada TV atau menyegarkan umpan sosial Anda, terus-menerus terpapar berita utama yang merusak seperti memberi makan otak Anda makanan sampah. Ini menyebabkan kecemasan, stres, dan rasa putus asa yang terlalu aktif-tidak ada yang membantu menjaga kejernihan mental.

3.Tinggal di Zona Nyaman Anda

Daripada menulis paragraf panjang di sini, mari kita beralih dengan daftar pendek yang menyoroti bagaimana tetap berada di zona nyaman Anda dapat menumpulkan mental Anda: Rutinitas yang akrab memang nyaman, tetapi jarang mendorong otak untuk beradaptasi atau mempelajari keterampilan baru. Kita tetap berpegang pada apa yang kita ketahui karena kegagalan itu menakutkan. Tetapi jika Anda ingin tetap tajam, sedikit risiko bisa sangat membantu.

4.Membakar Lilin secara konsisten di Kedua Ujungnya 

Kurang tidur kronis adalah musuh ketajaman mental. Kami telah diberitahu jutaan kali betapa pentingnya istirahat, tetapi terlalu mudah untuk mengembangkan kebiasaan larut malam dan dini hari. Cepat atau lambat, tubuh (dan pikiran) berkata, " Cukup!” Tidur adalah saat otak kita mengkonsolidasikan ingatan, membuang racun, dan bersiap untuk pembelajaran hari berikutnya. Berhemat, dan pada dasarnya Anda membiarkan pikiran Anda kehabisan asap.

Cardio khususnya dikenal untuk meningkatkan kognisi dan menangkal penurunan terkait usia. Bahkan jalan cepat dapat memompa oksigen dan nutrisi segar ke otak, membantu Anda berpikir lebih jernih.

5.Memberi Makan Otak Anda Kalori Kosong

Pikirkan otak Anda sebagai restoran: Jika Anda terus memberinya makanan cepat saji—maraton TV tanpa berpikir, gosip selebriti tanpa akhir, drama media sosial—mungkin terasa kenyang, tetapi tidak bergizi. Akhirnya, Anda mulai mendambakan sesuatu yang lebih substantif. Agar tetap gesit secara mental hingga usia 70-an dan seterusnya, beri makan otak Anda dengan buku-buku yang menantang sudut pandang Anda, dengan hobi yang meregangkan otot kreatif Anda, dan dengan konten yang mendorong Anda untuk berkembang. Sesekali memanjakan diri dalam reality show sampah tidak akan menghancurkan kecerdasan Anda, tetapi jika hanya itu yang Anda konsumsi? Anda menyangkal pikiran Anda kesempatan untuk menikmati makanan "yang lebih kompleks dan menggugah pikiran."

Editor: Kuswandi
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore