Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 3 Februari 2025 | 00.06 WIB

Ibu yang Punya Hubungan Tidak Baik Dengan Anak Perempuannya yang Sudah Dewasa, Biasanya Menunjukkan 8 perilaku Ini Tanpa Disadari

Ilustrasi orang tua dan anak - Image

Ilustrasi orang tua dan anak

JawaPos.com - Hubungan antara ibu dan anak perempuan sering kali dipenuhi dengan dinamika yang kompleks, terutama ketika sang anak beranjak dewasa.

Tanpa disadari, beberapa kebiasaan yang dilakukan ibu justru menciptakan jarak emosional dengan anak perempuannya.

Kebiasaan ini sering kali muncul secara halus dan tidak disengaja. Namun, jika dibiarkan, hubungan yang seharusnya erat bisa semakin renggang.

Dengan memahami dan menyadari pola-pola ini, seorang ibu dapat memperbaiki hubungannya dengan anak perempuan dewasa dan menciptakan ikatan yang lebih kuat.

Dilansir dari laman Geediting, Minggu (02/2), berikut adalah delapan kebiasaan ibu yang tanpa sadar dapat menjauhkan hubungan dengan anak perempuannya:

1. Sering Membandingkan Tanpa Disadari

Perbandingan adalah hal yang lumrah dalam kehidupan, tetapi jika dilakukan pada anak sendiri, dampaknya bisa merusak hubungan.

Seorang ibu mungkin tanpa sadar membandingkan anak perempuannya dengan wanita lain seusianya, baik dalam hal karier, pencapaian, gaya hidup, atau bahkan penampilan. Hal ini bisa membuat sang anak merasa tidak cukup baik dan merusak kepercayaan dirinya.

Alih-alih membandingkan, lebih baik fokus pada menghargai perjalanan dan pencapaian unik anak, sekecil apa pun itu. Ini bisa membantu mempererat hubungan ibu dan anak perempuan.

2. Kurangnya Komunikasi Terbuka

Komunikasi adalah kunci dalam hubungan apa pun, termasuk antara ibu dan anak perempuan dewasa.

Terkadang, ibu menahan diri untuk berbicara secara terbuka karena takut konflik, merasa tidak akan didengar, atau sekadar terbiasa menyimpan perasaan. Akibatnya, ketegangan bisa muncul dalam bentuk komentar pasif-agresif atau saran yang terkesan menggurui.

Membuka diri dan berbicara dengan jujur dapat membantu menghindari kesalahpahaman dan membangun hubungan yang lebih sehat.

3. Tidak Menghormati Batasan Anak

Saat anak perempuan tumbuh dewasa, ia membutuhkan ruang dan batasan yang lebih jelas. Namun, beberapa ibu masih sulit menerima hal ini.

Bentuk pelanggaran batasan bisa berupa sering datang tanpa pemberitahuan, terlalu ikut campur dalam urusan pribadi anak, atau tidak menghormati privasinya. Hal ini bisa membuat anak merasa terkekang dan menjauh secara emosional.

Menghormati batasan anak perempuan adalah tanda bahwa ibu mengakui kedewasaannya dan mempercayainya dalam menjalani hidupnya sendiri.

4. Memiliki Ekspektasi yang Tidak Realistis

Ibu sering kali memiliki gambaran ideal tentang masa depan anak perempuannya, baik dalam karier, pernikahan, atau gaya hidup. Namun, ketika kenyataan tidak sesuai dengan harapan, hubungan bisa menjadi tegang.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore