
Ilustrasi orang yang dompetnya terkuras. (www.freepik.com)
JawaPos.com–Memiliki keuangan yang sehat adalah impian setiap orang. Tapi sering sulit dilakukan karena banyaknya godaan untuk membeli barang tak perlu.
Terlebih pada era digital ini, sangat mudah untuk menekan tombol pembayaran pada aplikasi belanja online. Mungkin pengeluaran yang terlihat kecil akan berdampak besar bagi kesehatan keuangan kita.
Dilansir dari laman Small Biz Technology pada Minggu (2/2) berhenti beli 8 barang ini yang bisa menguras dompetmu agar mampu menuju keuangan yang lebih sehat.
Ada sesuatu yang menenangkan saat menyeruput latte buatan barista di kafe yang nyaman. Tapi ketika menghitung angka-angkanya, ketika menyadari bahwa biaya pengeluaran harian ini menghabiskan biaya lebih banyak.
Beralih ke kopi buatan rumah merupakan sebuah perubahan besar. Hal ini tidak hanya menyelamatkan dari banyak perubahan, tetapi juga memicu minat pada seni menyeduh kopi.
Ini bukan berarti sepenuhnya menolak kedai kopi. Tapi dengan menjadikannya sebagai suguhan sesekali dan bukan kebiasaan sehari-hari, kita mampu mencapai keseimbangan antara kesenangan dan kepraktisan.
Niat awal menjadi keanggotaan gym memang sangat baik, tapi pada kenyataannya kita tidak menggunakannya sebanyak yang diharapkan. Tanpa disadari, kita sudah mengeluarkan banyak uang setiap bulan.
Untuk menuju keuangan yang lebih sehat, maka mulailah olahraga dengan hal-hal kecil dulu seperti jogging sekitar rumah atau melihat gerakan senam dari platform media sosial.
Beralih dari air kemasan ke air keran adalah perubahan sederhana lain yang pada akhirnya bisa menghemat banyak uang. Di sebagian besar negara maju, air keran sangat aman untuk diminum. Tidak hanya lebih hemat biaya, tetapi juga lebih baik bagi lingkungan. Hal ini mengurangi permintaan plastik dan mengurangi limbah.
Kenyamanan adalah faktor yang menarik, terutama pada hari-hari sibuk ketika kamu hampir tidak punya waktu untuk bernapas. Sehingga dengan mudahnya untuk mengonsumsi makanan kemasan yang lebih praktis.
Namun tanpa disadari, makanan kemasan ini cukup menguras dompet dan belum tentu lebih sehat. Memasak dalam jumlah besar dan membekukan sisa makanan tidak hanya menghemat uang, tetapi juga memastikan bahwa kita memiliki makanan rumahan yang siap untuk disantap pada malam-malam sibuk itu. Menukar makanan kemasan dengan makanan alternatif buatan sendiri adalah situasi yang saling menguntungkan bagi dompet dan kesehatan.
Tren fashion mungkin awalnya terasa mudah di dompet, tapi sering tidak dibuat untuk bertahan lama. Sering, pakaian-pakaian ini menjadi usang atau ketinggalan jaman dalam beberapa bulan.
Pergeseran ini tidak hanya mengurangi kekacauan di lemari, tetapi juga menghasilkan pembelian yang lebih bermakna dan benar-benar dihargai. Meskipun biaya di muka mungkin lebih tinggi, umur panjang dari barang-barang ini menghemat uang dalam jangka panjang.
Sebagai seorang yang mengaku penggemar teknologi, ini adalah hal yang sulit, mereka selalu menjadi orang pertama yang membeli gadget keluaran baru. Padahal gadget yang digunakan saat ini masih sangat layak.
Sangat mudah untuk terjebak dalam hype rilis baru, tapi terkadang, menolak dorongan tersebut dapat menghasilkan penghematan yang signifikan.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
