
Ilustrasi orang yang bermain ponsel dan meninggalkan pekerjaan. (wayhomestudio/freepik)
JawaPos.com - Pernahkah Anda menunda-nunda pekerjaan padahal ada hal yang mendekati tenggat waktu? Atau mungkin mencari-cari alasan saat gagal mencapai sesuatu.
Tanpa disadari, perilaku ini adalah bentuk dari self-handicapping. Melansir dari Verywell Mind, self-handicapping adalah tindakan atau pilihan yang dilakukan untuk menciptakan hambatan bagi keberhasilan diri sendiri.
Tujuannya adalah untuk mencari kambing hitam atas kemungkinan kegagalan. Perilaku ini dilakukan untuk melindungi ego diri dari perasaan tidak mampu, yang pada akhirnya menghambat pertumbuhan pribadi.
Dasar kondisi psikologis dari self-handicapping adalah kebutuhan untuk menyalahkan kegagalan pada faktor eksternal, sementara mengakui keberhasilan sebagai pencapaian diri sendiri.
Perilaku ini melindungi harga diri, tetapi mengurangi kemungkinan untuk berhasil. Ketika seseorang terancam dan tidak merasa yakin akan berhasil, mereka akan mencari-cari alasan untuk kegagalan yang terjadi.
Adapun beberapa ciri perilaku yang menunjukkan self-handicapping, antaranya:
Menunda-nunda sampai menit akhir atau prokrastinasi. Misalnya seseorang yang menunda belajar sampai hari ujian berlangsung. Atau seorang atlet yang melewatkan latihan atau begadang sebelum pertandingan besar.
Terlalu banyak komitmen juga mempengaruhi. Ketika seseorang mengambil terlalu banyak tanggung jawab dengan sengaja, kinerja mereka menurun dan menjadikannya sebagai alasan untuk gagal.
Menciptakan konflik untuk menarik diri dari sebuah hubungan atau melindungi ego diri dari penolakan.
Membuat prediksi pesimistis tentang kinerjanya dan kemudian beperilaku dengan sengaja untuk membuat prediksi tersebut menjadi kenyataan.
Untuk mengatasi sikap self-handicapping, Anda perlu mengembangkan pola pikir untuk terus berkembang. Percayalah bahwa kemampuan Anda dapat ditingkatkan. Kemudian, bangun kepercayaan diri Anda dan hindari pikiran negatif soal diri sendiri.
Self-handicapping mungkin tampak seperti solusi jangka pendek untuk melindungi ego diri, tetapi pada akhirnya sangat merugikan.
Maka dari itu, dengan mengenal perilaku ini Anda dapat mengambil langkah untuk menghindarinya sehingga dapat tetap berada di jalan menuju kesuksesan.

104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
8 Spot Kuliner di Kota Tua Surabaya, Makan Enak dengan Suasana Vintage dan Pemandangan yang Memanjakan Mata!
Mariano Peralta Merapat ke Persija Jakarta? Manajer Borneo FC Langsung Buka Suara
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
