
seseorang yang menutupi kekurangan / foto: Magnific/benzoix
JawaPos.com - Di era media sosial, batas antara kehidupan nyata dan pencitraan semakin kabur. Banyak orang menggunakan platform digital untuk berbagi momen penting, pencapaian, atau sekadar hiburan. Namun, psikologi modern menunjukkan bahwa apa yang diposting seseorang secara terus-menerus sering kali bukan sekadar ekspresi diri biasa. Dalam banyak kasus, unggahan yang terlalu berlebihan justru dapat menjadi mekanisme kompensasi.
Fenomena ini bukan berarti semua orang yang aktif di media sosial pasti memiliki masalah. Tidak juga berarti setiap unggahan tentang kesuksesan adalah kebohongan. Tetapi menurut berbagai penelitian psikologi sosial dan perilaku manusia, ada pola tertentu yang menunjukkan bahwa seseorang mungkin sedang berusaha menutupi rasa tidak aman, kekosongan identitas, atau kurangnya pencapaian nyata di dunia offline.
Menariknya, semakin seseorang merasa kurang puas dengan dirinya sendiri, semakin besar dorongan untuk membangun citra ideal di hadapan publik. Media sosial menjadi panggung yang sempurna untuk itu.
Dilansir dari Expert Editor pada Rabu (20/5), terdapat 10 jenis postingan yang sering muncul ketika seseorang sedang berusaha menutupi kurangnya pencapaian nyata menurut sudut pandang psikologi.
1. Terlalu Sering Memamerkan Kesibukan
“Lagi sibuk banget.” “Kerja sampai lupa tidur.” “No days off.”
Sekilas, unggahan seperti ini terlihat produktif. Namun psikologi perilaku menunjukkan bahwa sebagian orang menggunakan citra “sibuk” untuk menciptakan ilusi penting dan bernilai.
Dalam budaya modern, kesibukan sering dianggap sebagai simbol kesuksesan. Akibatnya, banyak orang merasa harus terlihat selalu bekerja agar dianggap relevan.
Padahal, orang yang benar-benar produktif biasanya lebih fokus pada hasil daripada pertunjukan aktivitas. Mereka tidak perlu terus-menerus memberi tahu orang lain bahwa mereka sibuk.
Psikolog menyebut fenomena ini sebagai performative productivity — perilaku yang lebih menekankan tampilan produktif dibanding produktivitas itu sendiri.
Orang yang belum memiliki pencapaian konkret sering mengganti hasil nyata dengan narasi kerja keras tanpa akhir.
2. Motivasi Berlebihan Setiap Hari
Unggahan motivasi bukan sesuatu yang buruk. Tetapi jika seseorang setiap hari memposting kutipan sukses, mindset miliarder, atau nasihat kehidupan padahal kehidupannya sendiri tidak stabil, itu bisa menjadi sinyal kompensasi psikologis.
Menurut teori self-enhancement, manusia cenderung menampilkan versi diri yang ingin mereka percayai.
Artinya, seseorang yang terus-menerus berbicara tentang disiplin, kesuksesan, atau mental juara mungkin sebenarnya sedang berusaha meyakinkan dirinya sendiri.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Trisha JKT48 Ingin “Ayo Senyumlah” Jadi Energi Positif di Tengah Situasi Sulit
Prediksi Skor Groningen vs PEC Zwolle di Liga Belanda: Trots van het Noorden Menang Tipis di Kandang
Prediksi Skor Arema FC vs Persik Kediri di Super League: Macan Putih Kembali Jinakkan Singo Edan!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor PSM vs Persita di Super League: Pendekar Cisadane Curi 3 Poin di B.J. Habibie
Prediksi Skor Everton vs Ipswich Town di Liga Inggris: The Toffees Kunci 3 Poin di Kandang
Prediksi Skor Espanyol vs Elche di Liga Spanyol: Los Franjiverdes Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Aston Villa di Liga Inggris: The Lilywhites Bakal Sulit Menang!
Prediksi Susunan Pemain Persebaya vs Garudayaksa FC: Risto Mitrevski Pantang Remehkan Tim Promosi
Prediksi Skor Lyon vs Rennes di Liga Prancis: Les Gones Garansi 3 Poin di Parc Olympique Lyonnais

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022