
Ilustrasi seorang wanita yang menerapkan gaya hidup sehat. (Freepik)
JawaPos.com – Risiko penyakit kanker bisa diminimalisir dengan mulai mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat, 30–50 persen kematian akibat kanker bisa dicegah dengan menghindari faktor risiko utama. Juga menerapkan strategi pencegahan, seperti rutinitas kebiasaan sehat.
Kurangnya aktivitas fisik, pola makan yang buruk, serta kebiasaan merokok dan mengonsumsi alkohol berlebihan sering kali menjadi penyebab utama kanker.
Oleh karena itu, sangat penting untuk melakukan pencegahan dengan menerapkan gaya hidup yang dapat membantu menurunkan risiko kanker.
Dilansir dari Health Spectra, berikut delapan kebiasaan sehat yang perlu anda terapkan dan dijadikan sebagai rutinitas agar risiko terkena kanker mengecil.
Berolahraga dan melakukan aktivitas fisik secara teratur sangat penting untuk menjaga pertahanan tubuh terhadap risiko terkena penyakit, terutama kanker.
Banyak penelitian yang menunjukkan bagaimana olahraga dapat mengurangi risiko kanker secara signifikan, dengan meningkatkan beberapa sistem fisiologis dan metabolisme.
Selain mendukung sistem kekebalan tubuh, olahraga dan aktivitas fisik juga sangat penting untuk menjaga berat badan yang sehat, menyeimbangkan hormon, dan menurunkan risiko peradangan kronis. seluruhnya berdampak signifikan untuk meminimalisir risiko penyakit kanker.
Makan makanan sehat dan seimbang adalah senjata ampuh melawan kanker. Sebuah studi secara konsisten menunjukkan bahwa makanan, nutrisi, dan pola makan yang baik berdampak pada pencegahan risiko kanker. Ini menunjukkan hubungan besar antara pilihan makanan dan risiko kanker.
Buah-buahan, sayur-sayuran, biji-bijian, dan kacang-kacangan merupakan sumber vitamin, mineral, dan antioksidan yang mampu melindungi sistem pertahanan alami tubuh, membantu melawan stres oksidatif, serta meningkatkan kesehatan sel.
Terdapat korelasi yang besar antara menjaga berat badan yang sehat dengan pencegahan risiko kanker. Obesitas dan berat badan berlebihan merupakan salah satu faktor risiko kanker payudara, kolorektal, dan pankreas.
Dibutuhkan berbagai pendekatan untuk mencapai dan mempertahankan berat badan yang sehat, termasuk makan bernutrisi, olahraga teratur, hingga perubahan kebiasaan sehat.
Sangat penting untuk melakukan diet seimbang dan yang membatasi konsumsi makanan olahan dan minuman manis.
Tembakau merupakan salah satu faktor global paling signifikan dalam kasus kematian akibat kanker. Asap tembakau mengandung berbagai bahan kimia, termasuk karsinogen seperti formaldehida dan benzene, yang merusak DNA seluler dan mendorong proliferasi sel kanker yang tidak terkendali.
Bukan hanya perokok aktif, perokok pasif juga bisa terkena dampak negatifnya dan memiliki risiko yang sama. Oleh karena itu, hentikan kebiasaan merokok dan hindari paparan asap rokok untuk mencegah risiko kanker.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
