Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 31 Januari 2025 | 21.12 WIB

Orang yang Cenderung Gampang Memiliki Musuh dalam Hidup Biasanya Menampilkan 7 Kebiasaan Ini Tanpa Disadari Menurut Psikologi

Ilustrasi seseorang yang gampang memiliki musuh - Image

Ilustrasi seseorang yang gampang memiliki musuh

JawaPos.com - Dalam kehidupan sosial, ada orang yang mudah diterima oleh banyak orang, tetapi ada juga yang cenderung sering memiliki musuh, bahkan tanpa mereka sadari.

Orang yang sering mengalami konflik atau permusuhan dalam hidupnya biasanya memiliki pola perilaku tertentu yang membuat orang lain sulit merasa nyaman di sekitar mereka.

Meskipun mereka mungkin tidak berniat buruk, kebiasaan-kebiasaan ini bisa membuat orang lain merasa terganggu, tidak dihargai, atau bahkan tersinggung.

Dilansir dari Geediting pada Jumat (31/1), terdapat tujuh kebiasaan yang sering ditampilkan oleh orang yang gampang memiliki musuh dalam hidup:

1. Sering Berbicara Tanpa Memikirkan Perasaan Orang Lain

Orang yang mudah memiliki musuh biasanya kurang memikirkan dampak dari kata-kata mereka terhadap orang lain.

Mereka mungkin merasa bahwa mereka hanya “jujur” atau “berbicara apa adanya,” tetapi sering kali cara mereka menyampaikan pendapat terkesan kasar atau menyakitkan.

Mereka mungkin sering memotong pembicaraan, mengoreksi orang lain secara langsung, atau mengungkapkan kritik dengan nada yang tajam.

Dalam psikologi sosial, hal ini dikenal sebagai kurangnya kesadaran sosial (social awareness), yaitu ketidakmampuan memahami bagaimana kata-kata atau tindakan seseorang dapat mempengaruhi perasaan orang lain.

Jika tidak dikendalikan, kebiasaan ini bisa membuat orang lain merasa diremehkan atau tidak dihargai, sehingga menimbulkan permusuhan.

2. Memiliki Sikap Kompetitif Berlebihan

Sedikit persaingan dalam hidup memang wajar dan bisa menjadi motivasi.

Namun, orang yang mudah memiliki musuh sering kali terlalu kompetitif dalam segala hal, bahkan dalam situasi yang tidak memerlukannya.

Mereka selalu ingin unggul dalam setiap diskusi, perdebatan, atau aktivitas, tanpa menyadari bahwa hal itu bisa membuat orang lain merasa terintimidasi atau bahkan tersingkir.

Menurut teori dominasi sosial (social dominance theory), orang yang selalu ingin menang atau mendominasi dalam interaksi sosial cenderung sulit memiliki hubungan yang sehat dengan orang lain.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore