
Ilustrasi Orang yang Selalu Overthinking
JawaPos.com - Pernahkah kamu bertanya-tanya kenapa kamu selalu overthinking tentang hal-hal kecil? Kenapa rasanya sulit banget untuk berhenti memikirkan sesuatu secara berlebihan, bahkan hal-hal yang seharusnya nggak perlu dikhawatirkan?
Kalau kamu sering mengalami anxiety atau merasa cemas tanpa alasan yang jelas, bisa jadi penyebabnya ada di masa kecilmu. Beberapa pengalaman tertentu bahkan bisa menjadi pemicu utama dari kebiasaan berpikir berlebihan yang terbawa hingga dewasa.
Dilansir dari laman pureselfhelp.com pada Kamis (30/1) berikut adalah tujuh pengalaman masa kecil yang sering dialami oleh orang yang selalu overthinking dan berjuang dengan kecemasan.
1. Ekspektasi Tinggi
Sejak kecil, mungkin kamu dituntut untuk selalu menjadi yang terbaik, misalnya dapat nilai sempurna, jadi juara di berbagai kompetisi, atau menjadi anak kebanggaan keluarga. Harapan ini, meskipun datang dari niat baik, bisa menanamkan rasa takut gagal yang luar biasa.
Akibatnya, kamu tumbuh dengan keyakinan bahwa nilai dirimu hanya bergantung pada pencapaianmu. Setiap keputusan jadi penuh tekanan, karena kamu takut tidak memenuhi harapan orang lain. Siklus ini terus berlanjut hingga dewasa, membuatmu selalu overthinking dalam setiap langkah hidupmu.
2. Emosi yang Tidak Divalidasi
Pernahkah kamu diberitahu hal-hal seperti: "Ah, kamu lebay." atau "Nggak usah terlalu dipikirin." atau "Kamu terlalu sensitif."
Jika ya, besar kemungkinan kamu belajar untuk meragukan emosimu sendiri. Saat anak-anak sering diberi tahu bahwa perasaan mereka tidak valid atau berlebihan, mereka tumbuh dengan kebiasaan mempertanyakan setiap emosi yang mereka rasakan.
Ketika dewasa, setiap perasaan yang muncul langsung dianalisis berlebihan: "Apakah aku benar-benar marah atau aku cuma drama?" atau "Haruskah aku merasa sedih? Atau aku terlalu melebih-lebihkan?"
Pola ini membuat orang yang selalu overthinking sulit mempercayai intuisi mereka sendiri dan malah terjebak dalam kecemasan berlebihan.
3. Lingkungan yang Tidak Bisa Diprediksi
Jika masa kecilmu penuh dengan ketidakpastian, misalnya, suasana rumah yang sering berubah-ubah, orang tua yang emosinya sulit ditebak, atau kondisi keluarga yang tidak stabil; maka tubuh dan pikiranmu bisa berkembang dengan cara yang selalu siaga.
Anak-anak yang tumbuh dalam lingkungan seperti ini cenderung mengembangkan kebiasaan memikirkan berbagai kemungkinan terburuk. Mereka terbiasa memprediksi situasi sebelum terjadi agar bisa mempersiapkan diri untuk menghadapi kekacauan berikutnya. Sayangnya, pola ini terbawa hingga dewasa dan berkontribusi pada anxiety dan kebiasaan berpikir berlebihan.
4. Sering Dikritik

104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
8 Spot Kuliner di Kota Tua Surabaya, Makan Enak dengan Suasana Vintage dan Pemandangan yang Memanjakan Mata!
Mariano Peralta Merapat ke Persija Jakarta? Manajer Borneo FC Langsung Buka Suara
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
