Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 31 Januari 2025 | 13.32 WIB

Orang yang Selalu Overthinking dan Merasa Cemas Biasanya Memiliki 7 Pengalaman di Masa Kecil Ini

Ilustrasi Orang yang Selalu Overthinking - Image

Ilustrasi Orang yang Selalu Overthinking

JawaPos.com - Pernahkah kamu bertanya-tanya kenapa kamu selalu overthinking tentang hal-hal kecil? Kenapa rasanya sulit banget untuk berhenti memikirkan sesuatu secara berlebihan, bahkan hal-hal yang seharusnya nggak perlu dikhawatirkan?

Kalau kamu sering mengalami anxiety atau merasa cemas tanpa alasan yang jelas, bisa jadi penyebabnya ada di masa kecilmu. Beberapa pengalaman tertentu bahkan bisa menjadi pemicu utama dari kebiasaan berpikir berlebihan yang terbawa hingga dewasa.

Dilansir dari laman pureselfhelp.com pada Kamis (30/1) berikut adalah tujuh pengalaman masa kecil yang sering dialami oleh orang yang selalu overthinking dan berjuang dengan kecemasan.

1. Ekspektasi Tinggi

Sejak kecil, mungkin kamu dituntut untuk selalu menjadi yang terbaik, misalnya dapat nilai sempurna, jadi juara di berbagai kompetisi, atau menjadi anak kebanggaan keluarga. Harapan ini, meskipun datang dari niat baik, bisa menanamkan rasa takut gagal yang luar biasa.

Akibatnya, kamu tumbuh dengan keyakinan bahwa nilai dirimu hanya bergantung pada pencapaianmu. Setiap keputusan jadi penuh tekanan, karena kamu takut tidak memenuhi harapan orang lain. Siklus ini terus berlanjut hingga dewasa, membuatmu selalu overthinking dalam setiap langkah hidupmu.

2. Emosi yang Tidak Divalidasi

Pernahkah kamu diberitahu hal-hal seperti: "Ah, kamu lebay." atau "Nggak usah terlalu dipikirin." atau "Kamu terlalu sensitif."

Jika ya, besar kemungkinan kamu belajar untuk meragukan emosimu sendiri. Saat anak-anak sering diberi tahu bahwa perasaan mereka tidak valid atau berlebihan, mereka tumbuh dengan kebiasaan mempertanyakan setiap emosi yang mereka rasakan.

Ketika dewasa, setiap perasaan yang muncul langsung dianalisis berlebihan: "Apakah aku benar-benar marah atau aku cuma drama?" atau "Haruskah aku merasa sedih? Atau aku terlalu melebih-lebihkan?"

Pola ini membuat orang yang selalu overthinking sulit mempercayai intuisi mereka sendiri dan malah terjebak dalam kecemasan berlebihan.

3. Lingkungan yang Tidak Bisa Diprediksi

Jika masa kecilmu penuh dengan ketidakpastian, misalnya, suasana rumah yang sering berubah-ubah, orang tua yang emosinya sulit ditebak, atau kondisi keluarga yang tidak stabil; maka tubuh dan pikiranmu bisa berkembang dengan cara yang selalu siaga.

Anak-anak yang tumbuh dalam lingkungan seperti ini cenderung mengembangkan kebiasaan memikirkan berbagai kemungkinan terburuk. Mereka terbiasa memprediksi situasi sebelum terjadi agar bisa mempersiapkan diri untuk menghadapi kekacauan berikutnya. Sayangnya, pola ini terbawa hingga dewasa dan berkontribusi pada anxiety dan kebiasaan berpikir berlebihan.

4. Sering Dikritik

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore