
Ilustrasi orang manja (Kaboompics.com/pexels.com)
JawaPos.com - Terdapat perbedaan yang halus antara memberi sesuatu sesekali sebagai bentuk perhatian dan membiarkan seseorang merasa berhak atas hal tersebut.
Dalam kenyataannya, banyak anak yang dibesarkan dengan terlalu banyak kemewahan dan perhatian yang berlebihan.
Kondisi ini kemudia berujung pada kesulitan mereka saat dewasa dalam menghadapi tanggung jawab hidup dan membangun hubungan interpersonal yang sehat.
Dikutip dari hackspirit.com, berikut ini beberapa kepribadian seseorang yang dimanja saat kecil, salah satunya terlalu mementingkan diri sendiri.
1. Terlalu mementingkan diri sendiri
Dimanjakan ketika kecil tidak langsung menjadikan seseorang dewasa yang egois, namun bisa berpengaruh pada perilaku mementingkan diri sendiri. Kamu bisa mencoba menghabiskan waktu dengan orang dewasa yang lebih serius untuk belajar menikmati kebersamaan dengan diri sendiri dan merenungkan cara berinteraksi dengan dunia.
2. Tidak bisa mengatasi kegagalan dengan baik
Anak yang dimanjakan seringkali susah menghadapi tantangan hidup sebab terbiasa dilindungi dari kegagalan. Mereka tumbuh dengan ekspektasi bahwa segala sesuatu akan berjalan mulus, sehingga sulit bangkit saat menghadapi masalah. Akibatnya, mereka rentan merasa putus asa dan kesulitan mengatasi penolakan.
3. Pemilih
Anak yang dimanja cenderung merasa selalu memperoleh apa yang mereka harapkan. Mentalitas ini bisa mengakibatkan mereka menjadi pilih-pilih karena mengharapkan segala sesuatunya sesuai standar mereka. Mereka juga sering kesulitan menghadapi ketidaknyamanan akibat tidak terbiasa beradaptasi dengan situasi sulit.
Menjadi pemilih bisa menunjukkan bahwa seseorang tahu apa yang diinginkan dan berani menuntutnya. Akan tetapi, sikap ini juga bisa mencerminkan kebiasaan dimanjakan sejak kecil yang dapat menimbulkan masalah di masa depan, terutama saat dihadapkan dengan situasi yang membutuhkan kompromi atau penyesuaian.
4. Merasa berhak
Anak yang dimanja cenderung tumbuh menjadi dewasa yang merasa berhak atas keistimewaan tanpa usaha. Jika kamu sering merasa superior dan menuntut tanpa memperhatikan orang lain, kemungkinan dirimu adalah anak yang dimanja. Ketika tidak diajarkan berusaha sejak kecil, kamu mulai percaya bahwa dirimu berhak mendapatkan sesuatu tanpa berjuang.
5. Suka memegang kendali
Anak yang dimanja sering dilindungi dari ketidaknyamanan yang membuat mereka cenderung menginginkan kontrol dan saat dewasa menghindari tantangan. Ketidakjelasan batasan orang tua juga berperan, mendorong anak mencari kontrol sebagai pengganti struktur. Keinginan mengendalikan ini bisa berkembang menjadi perfeksionisme yang menghalangi mereka mengambil risiko atau terbuka.

11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
