Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 29 Januari 2025 | 01.08 WIB

7 Kepribadian Seseorang yang Dimanja saat Kecil, Salah Satunya Terlalu Mementingkan Diri Sendiri

Ilustrasi orang manja (Kaboompics.com/pexels.com) - Image

Ilustrasi orang manja (Kaboompics.com/pexels.com)

JawaPos.com - Terdapat perbedaan yang halus antara memberi sesuatu sesekali sebagai bentuk perhatian dan membiarkan seseorang merasa berhak atas hal tersebut.

Dalam kenyataannya, banyak anak yang dibesarkan dengan terlalu banyak kemewahan dan perhatian yang berlebihan.

Kondisi ini kemudia berujung pada kesulitan mereka saat dewasa dalam menghadapi tanggung jawab hidup dan membangun hubungan interpersonal yang sehat.

Dikutip dari hackspirit.com, berikut ini beberapa kepribadian seseorang yang dimanja saat kecil, salah satunya terlalu mementingkan diri sendiri.

1. Terlalu mementingkan diri sendiri

Dimanjakan ketika kecil tidak langsung menjadikan seseorang dewasa yang egois, namun bisa berpengaruh pada perilaku mementingkan diri sendiri. Kamu bisa mencoba menghabiskan waktu dengan orang dewasa yang lebih serius untuk belajar menikmati kebersamaan dengan diri sendiri dan merenungkan cara berinteraksi dengan dunia.

2. Tidak bisa mengatasi kegagalan dengan baik

Anak yang dimanjakan seringkali susah menghadapi tantangan hidup sebab terbiasa dilindungi dari kegagalan. Mereka tumbuh dengan ekspektasi bahwa segala sesuatu akan berjalan mulus, sehingga sulit bangkit saat menghadapi masalah. Akibatnya, mereka rentan merasa putus asa dan kesulitan mengatasi penolakan.

3. Pemilih

Anak yang dimanja cenderung merasa selalu memperoleh apa yang mereka harapkan. Mentalitas ini bisa mengakibatkan mereka menjadi pilih-pilih karena mengharapkan segala sesuatunya sesuai standar mereka. Mereka juga sering kesulitan menghadapi ketidaknyamanan akibat tidak terbiasa beradaptasi dengan situasi sulit.

Menjadi pemilih bisa menunjukkan bahwa seseorang tahu apa yang diinginkan dan berani menuntutnya. Akan tetapi, sikap ini juga bisa mencerminkan kebiasaan dimanjakan sejak kecil yang dapat menimbulkan masalah di masa depan, terutama saat dihadapkan dengan situasi yang membutuhkan kompromi atau penyesuaian.

4. Merasa berhak

Anak yang dimanja cenderung tumbuh menjadi dewasa yang merasa berhak atas keistimewaan tanpa usaha. Jika kamu sering merasa superior dan menuntut tanpa memperhatikan orang lain, kemungkinan dirimu adalah anak yang dimanja. Ketika tidak diajarkan berusaha sejak kecil, kamu mulai percaya bahwa dirimu berhak mendapatkan sesuatu tanpa berjuang.

5. Suka memegang kendali

Anak yang dimanja sering dilindungi dari ketidaknyamanan yang membuat mereka cenderung menginginkan kontrol dan saat dewasa menghindari tantangan. Ketidakjelasan batasan orang tua juga berperan, mendorong anak mencari kontrol sebagai pengganti struktur. Keinginan mengendalikan ini bisa berkembang menjadi perfeksionisme yang menghalangi mereka mengambil risiko atau terbuka.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore