ilustrasi 12 tanda shio. Sumber foto: Freepik
JawaPos.com - Shio telah menjadi bagian penting dalam budaya Tiongkok, dipercaya membawa keberuntungan dan nasihat kehidupan. Pada tahun 2025, lambang shio jatuh pada Ular Kayu, hewan keenam dalam siklus penanggalan Tiongkok.
Shio ini memiliki karakteristik unik yang mencerminkan keberanian, kecerdikan, dan ketenangan. Namun, bagaimana kisah awal mula shio dalam budaya Tiongkok?
Mengutip Washington Edu, tradisi shio dimulai dari perlombaan yang diadakan oleh Kaisar Giok atau Buddha. Dalam perlombaan tersebut, semua hewan dipanggil untuk berlomba menyeberangi sungai deras.
Perlombaan ini bertujuan membantu masyarakat menciptakan pengukuran waktu, termasuk tahun, bulan, dan hari, dengan menggunakan hewan sebagai simbol yang mudah diingat.
Awalnya, dikatakan ada seekor kucing dan seekor tikus yang saling membenci dan sama sekali tidak bisa berenang, namun keduanya amat cerdik.
Mereka naik ke atas kerbau untuk menyeberangi sungai, namun tikus mendorong kucing ke dalam air sehingga kucing tidak bisa menyelesaikan perlombaan.
Tikus pun menjadi hewan yang pertama sampai di garis finish dengan melompat ke depan kerbau, sementara kerbau menempati posisi kedua dalam urutan shio, disusul oleh macan.
Sementara itu, kelinci melompat dari satu batu ke batu lain dan berpegangan pada sebatang kayu hingga menempati posisi keempat.
Posisi lima ada naga yang harus berhenti beberapa kali untuk membantu penduduk desa meskipun hewan itu bisa terbang.
Naga juga membantu meniupkan angin untuk kayu yang ditumpangi kelinci agar bergerak lebih cepat, sehingga dia sendiri kalah dari hewan kecil tersebut.
Selanjutnya ada kuda yang berlari kencang, disusul ular licik yang ternyata bersembunyi di balik kaki kuda.
Kemudian ada kambing, monyet, dan ayam yang mendarat di pantai lalu saling membantu mencapai garis finish dengan posisi 8, 9, dan 10.
Lalu ada anjing yang merupakan perenang hebat namun terlena dengan air yang segar di sungai sehingga finish dalam waktu lama.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
