
Ilustrasi orang oversharing. (Andrea Piacquadio/pexels.com)
JawaPos.com - Banyak dari kita pasti pernah merasakan penyesalan usai menceritakan kisah memalukan di tempat kerja atau berbagi detail pribadi yang canggung dengan orang asing, terutama ketika reaksi yang diterima tidak sesuai dengan harapan. Tidak semua pemikiran atau perasaan yang kita miliki perlu diungkapkan, dan menemukan keseimbangan dalam berbagi dimulai dengan belajar mengenali kapan kita sudah terlalu banyak berbagi.
Kamu harus lebih sadar akan batasan ketika berbicara supaya informasi yang disampaikan tetap relevan dan sesuai dengan konteks, serta tidak memicu perasaan tidak nyaman atau penyesalan di kemudian hari. Dilansir dari betterup.com, berikut beberapa alasan seseorang melakukan oversharing sampai hal yang bersifat privasi dan perlu Dihindari agar tidak merugikan.
1. Nyaman dengan orang asing
Berbicara dengan orang asing di tempat seperti ruang tunggu atau pesawat memberi rasa lega sebab kamu tahu tidak akan bertemu mereka lagi. Perasaan ini membuatmu merasa lebih bebas berbagi karena tidak ada konsekuensi sosial jangka panjang. Tanpa khawatir tentang dampak hubungan, kamu cenderung membuka diri lebih banyak dibandingkan dengan berbicara dengan teman dekat.
2. Mempercepat hubungan
Ketika kamu berusaha mempererat hubungan dengan seseorang, sering kali ada dorongan untuk segera terhubung dan membangun kedekatan secara cepat. Akan tetapi, dalam upaya untuk melakukannya, kamu mungkin tanpa sadar berbagi informasi pribadi lebih banyak dibandingkan yang seharusnya.
Jika kamu membuka diri terlalu cepat tanpa menyadari waktu yang tepat, maka membahas topik pribadi bisa membuat orang lain merasa canggung. Dibandingkan menciptakan kedekatan, hal ini justru mampu menciptakan jarak emosional dan menghalangi hubungan yang lebih dalam.
3. Susah menetapkan batasan
Apabila kamu merasa kesulitan mengenali batasan sosial dalam interaksimu, maka ada kemungkinan kamu tanpa sengaja membagikan terlalu banyak informasi pribadi. Hal ini biasanya berasal dari pengalaman masa lalu, terutama dari dinamika keluarga atau pola yang terbentuk sejak kecil, di mana berbagi informasi secara berlebihan dianggap sebagai hal yang normal atau diterima.
Kebiasaan ini bisa terbawa hingga dewasa, membuatmu tanpa sadar berbagi lebih banyak daripada yang seharusnya. Pola yang dipelajari sejak kecil mempengaruhi caramu berinteraksi dan bisa membuat dirimu cenderung berbicara terlalu banyak tanpa mempertimbangkan batasan atau kenyamanan orang lain.
4. Berusaha memenangkan orang lain
Ketika seseorang mulai berbicara banyak mengenai pengalaman atau masalah pribadi mereka kepadamu, kamu mungkin merasa terdorong untuk merespons dengan berbagi detail pribadimu sendiri, dengan tujuan guna membuat mereka merasa lebih aman dan nyaman dalam percakapan tersebut.
Tindakan ini, meski dilakukan dengan niat baik, bisa membuat mereka merasa lebih terbuka dan cenderung berbagi lebih banyak hal dari yang mereka rencanakan. Tanpa sengaja, upayamu menunjukkan empati dan kesadaran terhadap kerentanan mereka bisa mendorong mereka mengungkapkan lebih banyak hal pribadi yang mungkin seharusnya tidak dibagikan dalam situasi tersebut.
5. Mencari validasi atau perhatian
Bagi sebagian orang, kebiasaan berbagi terlalu banyak sering berakar dari keinginan memperoleh validasi atau perhatian dari orang lain. Ada pula yang melakukannya dengan tujuan meningkatkan jumlah pengikut di media sosial. Hal ini bisa sangat umum di kalangan mereka yang berusaha membangun nama, memperluas pengaruh, atau mengembangkan bisnis daring.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Berlabel Timnas Cape Verde! Yuran Fernandes Siap Jadi Tembok Baru Persebaya Surabaya Era Bernardo Tavares
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
Kronologi Sekeluarga Tewas saat Camping di Temanggung: Mulut Korban Berbusa ketika Ditemukan
Kabar Baik! HP Frans Putros yang Hilang saat Konvoi Juara Persib Bandung Akhirnya Ditemukan
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
