
Ilustrasi: Wanita yang mengalami nyeri haid. (Pexels)
JawaPos.Com- Dismenore atau nyeri haid adalah nyeri atau kram di bagian perut bagian bawah yang muncul sebelum atau pada saat menstruasi.
Nyeri haid dapat bersifat ringan, tetapi juga bisa parah sehingga akan mengganggu aktivitas sehari-hari.
Dismenore terbagi dalam dua jenis, yaitu primer dan sekunder. Dismenore primer merupakan kram yang muncul sebelum atau selama menstruasi, kemudian hilang seiring periode menstruasi berakhir.
Sementara dismenore sekunder adalah dismenore akibat gangguan pada organ reproduksi.
Penderita dismenore sekunder akan merasakan kram lebih lama dari dismenore primer.
Kram pada dismenore sekunder terasa lebih parah seiring berjalannya menstruasi. Pada beberapa kasus, kram tetap dirasakan meski menstruasi sudah berakhir.
Nyeri ini umumnya muncul saat remaja dan dapat berkurang seiring bertambahnya usia. Namun, jika nyeri masih ada, mungkin ada faktor risiko lain seperti indeks massa tubuh (BMI) rendah, menstruasi awal, interval menstruasi panjang, perdarahan tidak teratur, dan gaya hidup tidak sehat seperti merokok, konsumsi kafein berlebihan, alkohol, dan minuman berkarbonat.
Gejala utama dismenore adalah kram di perut bagian bawah, yang normal dan tidak perlu dikhawatirkan.
Dismenore akan menghilang seiring bertambahnya usia. Meski jarang berkomplikasi, gejala ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan dapat menyebabkan masalah kesuburan, infeksi saluran tuba, atau hamil di luar rahim.
Dilansir dari laman rspondokindah.co.id, Nyeri haid dapat dibagi menjadi nyeri haid primer dan sekunder.
Nyeri haid primer berkaitan dengan siklus ovulasi dan berasal dari kontraksi rahim, tanpa adanya penyakit atau kelainan.
Hal ini dianggap sebagai nyeri haid yang normal. Di sisi lain, nyeri haid sekunder berhubungan dengan penyakit di daerah panggul, seperti endometriosis, adenomiosis, atau mioma uteri, dan dianggap abnormal.
Nyeri haid primer biasanya terjadi sebelum atau bersamaan dengan menstruasi dan berkurang setelah 72 jam, dengan rasa kram yang konsisten pada perut bawah.
Sementara itu, nyeri haid sekunder seringkali disertai dengan gejala yang semakin parah, seperti nyeri saat buang air besar atau saat berhubungan seksual, tergantung pada penyakit yang mendasarinya.
Dismenore dapat diatasi secara mandiri dengan memberikan kompres hangat di perut, mandi air hangat, atau mengonsumsi obat pereda rasa nyeri.
Namun, jika dismenore terasa parah, pengobatan perlu dilakukan oleh Dokter.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
