
Ilustrasi delapan sifat yang ditunjukkan oleh orang-orang yang terlalu banyak dipuji saat kecil. (Pexels/Gustavo Fring)
JawaPos.com - Orang-orang yang terus menerus dihujani pujian saat kecil, kemungkinan besar akan tumbuh dengan cara tertentu. Hal ini sesuai dengan apa yang dikatakan psikolog. Namun, hal itu tidak selalu mudah.
Pengalaman masa kecil membentuk perilaku dan kepribadian kita dalam berbagai cara yang rumit. Namun, mereka yang sering dipuji semasa kecil seringkali memiliki sifat-sifat tertentu saat dewasa.
Dilansir dari Hack Spirit, terdapat delapan sifat yang ditunjukkan oleh orang-orang yang terlalu banyak dipuji saat kecil.
1. Mencari validasi yang konstan
Orang-orang yang terlalu banyak dipuji di masa kecil mereka seringkali tumbuh dengan keinginan untuk diakui. Mereka sudah terbiasa dipuji sehingga mereka mulai menginginkannya saat dewasa.
Kebutuhan konstan untuk mendapatkan persetujuan ini bisa sangat membebani, hampir seperti dahaga yang tak terpuaskan yang tidak pernah terpuaskan. Mereka selalu mencari kepastian dari orang lain, membutuhkan tepukan di punggung agar merasa berharga.
Tapi tunggu dulu, masih ada lagi. Sifat ini sebenarnya dapat mendorong mereka untuk melampaui batas dan meraih hal-hal hebat. Meskipun ada kekurangannya, kebutuhan akan pujian yang terus menerus ini bisa menjadi tiket mereka menuju kesuksesan
2. Berjuang dengan kritik
Saat tumbuh dewasa, orang tuanya selalu memuji, apa pun yang terjadi. Mereka pikir pujian itu meningkatkan harga dirinya, dan dalam banyak hal, mereka berhasil. Namun, ada sisi buruknya.
Ketika mereka melangkah ke dunia nyata, kritikan menghantamnya bagai berton-ton batu bata. Mereka tidak dapat dan sulit menerimanya. Namun seiring berjalannya waktu, mereka mungkin akan menerima bahwa tidak semua orang akan selalu memuji tindakan atau idenya.
Itu pelajaran yang sulit untuk dipelajari, tetapi itu membuat mereka lebih kuat dan lebih tangguh. Ini adalah sifat yang umum, dan sifat yang dapat diatasi dengan waktu dan usaha.
3. Cenderung perfeksionis
Mereka terus menerus diberitahu bahwa mereka adalah yang terbaik, jadi mereka mulai percaya bahwa mereka harus sempurna dalam segala hal yang mereka lakukan. Hal ini dapat mengakibatkan tekanan yang berlebihan untuk tidak hanya meraih keberhasilan, tetapi juga untuk unggul.
Ironisnya, dorongan untuk mencapai kesempurnaan kadang kala dapat berujung pada penundaan. Ketakutan tidak mampu memperoleh hasil sempurna dapat menyebabkan mereka menunda tugas tanpa batas waktu, suatu perilaku yang sering disebut sebagai 'kelumpuhan perfeksionis'.
4. Takut gagal

Daftar Pemain Timnas Argentina dan Aljazair di Grup J Piala Dunia 2026
Daftar Pemain Spanyol dan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Timnas Qatar vs Swiss di Piala Dunia 2026: The Maroons Terancam Gagal Start Sempurna
Daftar Pemain Inggris dan Kroasia di Grup L Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Paraguay di Piala Dunia 2026: Pembuktian Magis Christian Pulisic
Daftar Pemain Swedia dan Tunisia di Piala Dunia 2026
Prediksi Susunan Pemain Timnas Brasil vs Maroko: Vinicius Junior dan Achraf Hakimi Siap Saling Sikut di Piala Dunia
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Prediksi Skor Jerman vs Curacao di Piala Dunia 2026: Der Panzer Siap Menggila di Laga Perdana
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
