
Ilustrasi FOMO. (Freepik)
JawaPos.com - Fenomena Fear of Missing Out (FOMO) semakin sering terjadi di era modern seperti sekarang. Menurut laman verywellmind.com, perasaan FOMO bisa dialami oleh siapa saja, tanpa memandang usia maupun gender.
Kaum muda menjadi kelompok yang paling rentan terhadap FOMO, meskipun orang yang lebih tua juga tidak luput dari kemungkinan ini.
FOMO menggambarkan rasa cemas atau khawatir seseorang karena takut melewatkan momen, pengalaman, atau aktivitas yang sedang populer di lingkungannya.
Mereka yang mengalami FOMO cenderung terus-menerus merasa perlu terlibat dalam segala hal agar tidak kehilangan peluang atau momen penting, mulai dari mengikuti berita, tren terkini, hingga berbagai kegiatan lainnya.
Akibatnya, tingkat kepuasan hidup mereka cenderung lebih rendah karena sering membandingkan kehidupannya dengan orang lain. Salah satu penyebab utama FOMO adalah media sosial.
Seperti yang dikutip dari laman Cleveland Clinic, kemajuan teknologi dan akses media sosial selama 24 jam sehari membuat orang sulit terlepas dari perasaan FOMO.
Sebagian besar orang kini aktif di berbagai platform, yang semakin memperkuat rasa bahwa mereka ketinggalan atau tidak cukup berusaha untuk mencapai potensi terbaik dalam hidup. Padahal, dunia media sosial tidak mencerminkan kenyataan.
Kehidupan yang terlihat di sana bisa menyesatkan pikiran dan membuat seseorang kehilangan kesempatan untuk benar-benar menikmati momen di dunia nyata. Oleh karena itu, penting untuk berhenti menyia-nyiakan waktu dengan terus merasa tidak cukup.
Fokuslah pada hal-hal yang ada di depan mata dan hargai perjalanan hidup Anda sendiri tanpa membandingkannya dengan orang lain, karena setiap orang memiliki jalannya masing-masing.
Itulah sekilas gambaran tentang FOMO. Yuk, pelajari lebih lanjut dampak negatifnya serta cara untuk mengatasinya, Kamis (23/1).
Baca Juga: 8 Tanda Orang Punya Banyak Uang Tanpa Harus Pamer, Salah Satunya Tak FOMO Beli Barang Baru
- Dampak Negatif FOMO
FOMO memicu tekanan psikologis yang dapat menyebabkan tingkat stres dan kecemasan yang tinggi. Orang yang mengalami FOMO cenderung merasa kewalahan karena terus-menerus takut ketinggalan informasi, tren, atau momen penting.
Ketakutan ini membuat mereka sulit merasa tenang, hingga berdampak buruk pada kesehatan mental, seperti meningkatnya tekanan darah dan terganggunya keseimbangan emosi. Akibatnya, mereka sulit menikmati hidup karena terjebak dalam kecemasan yang berulang.
Kekhawatiran yang muncul akibat FOMO juga dapat mengganggu pola tidur. Pikiran yang terus-menerus sibuk memikirkan apa yang terlewat membuat seseorang sulit bersantai dan tidur dengan nyenyak.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
