
Festival Lentera, salah satu tradisi penting dalam Tahun Baru Imlek. (Freepik)
JawaPos.com–Perayaan Tahun Baru Imlek merupakan perayaan kebudayaan yang dirayakan setiap orang keturunan Tiongkok di seluruh dunia. Tapi tidak semua negara menetapkan perayaan Imlek sebagai perayaan nasional dan dijadikan hari libur.
Hanya sebagian negara menjadikan Tahun Baru Imlek sebagai perayaan nasional. Dilansir dari All Cotton and Linen, berikut negara-negara yang menjadikan Tahun Baru Imlek sebagai perayaan nasional.
Perayaan Tahun Baru Imlek dirayakan selama 16 hari dan menjadi momen penting bagi masyarakat Tionghoa di seluruh dunia. Berakar dari kebudayaan Tiongkok, Tahun Baru Imlek dijadikan perayaan penting skala nasional.
Di Tiongkok, perayaan ini pasti disertai dengan libur panjang selama seminggu. Hal ini memungkinkan orang-orang untuk merayakannya dalam jangka panjang bersama orang-orang terkasih. Saat perayaan Imlek, masyarakat Tiongkok juga akan pulang ke kampung halaman mereka masing-masing dan bertemu dengan keluarga.
Di Korea Selatan, perayaan Tahun Baru Imlek dikenal dengan nama Seollal. Perayaan ini diikuti dengan tradisi tradisional melalui ritual penting untuk menghormati leluhur. Seollal juga menjadi momen berharga untuk berkumpul bersama keluarga sambil menikmati hidangan khas seperti tteokguk (sup kue beras), memakai hanbok (pakaian tradisional Korea), dan bermain permainan rakyat.
Di Vietnam, perayaan Tahun Baru Imlek dikenal dengan nama Tết. Perayaan ini ditandai dengan penghormatan kepada orang tua dan leluhur sambil mempersiapkan hidangan tradisional seperti bánh chưng, yaitu kue beras ketan yang memiliki makna simbolis dalam menyambut tahun baru. Selain itu, saat perayaan ini, masyarakat Vietnam juga melakukan dekorasi rumah dengan bunga persik yang melambangkan kemakmuran.
Sama seperti di Tiongkok daratan, masyarakat Taiwan juga menjadikan Imlek sebagai perayaan nasional. Perayaan Imlek di Taiwan dirayakan dengan berbagai kegiatan menarik, seperti mengunjungi kuil untuk berdoa, makan malam bersama keluarga, dan menikmati parade atau festival. Puncak dari perayaan Tahun Baru Imlek di Taiwan ditandai dengan Festival Lentera.
Komunitas peranakan Tionghoa-Filipina merayakan Imlek dengan tradisi khas Tionghoa, seperti pertunjukan barongsai, tarian naga, hingga pemberian angpao dan menikmati hidangan tradisional. Perayaan ini juga menjadi ajang untuk mengakulturasikan budaya Tionghoa dan Filipina. Sebab, banyak orang Filipina yang kerap menggabungkan kebiasaan lokal saat merayakan Imlek. Sehingga, di Filipina, perayaan ini menjadi perayaan unik yang sekaligus untuk mencerminkan keberagaman budaya Filipina.
Di Indonesia, perayaan Tahun Baru Imlek dijadikan sebagai libur nasional dan sebagai ajang untuk mengakulturasi budaya Tionghoa dan budaya lokal. Komunitas Tionghoa-Indonesia merayakan Imlek dengan cara menghormati tradisi leluhur, seperti berdoa di kuil dan makan malam bersama keluarga. Perayaan ini juga dipengaruhi oleh budaya Indonesia dan sebagai cerminan akan kekayaan budaya Indonesia yang mampu berakulturasi.
Secara historis, Jepang juga pernah merayakan Tahun Baru Imlek. Namun, sejak akhir abad ke-19, masyarakat Jepang sudah beralih kalender ke Kalender Gregorian. Sehingga, sejak saat itu, perayaan Tahun Baru Imlek secara resmi ditinggalkan. Meskipun begitu, masih ada beberapa wilayah di Jepang yang tetap mempertahankan tradisi Imlek dan merayakannya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
