Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 22 Januari 2025 | 03.34 WIB

Menurut Psikologi: 8 Pola Asuh Ini Masih Sering Diterpkan oleh Kebanyakan Orang Tua, Padahal Bikin Anak Tumbuh Tidak Bahagia

ilustrasi seseorang yang memiliki masa kecil tidak bahagia/ Sumber foto: Freepik - Image

ilustrasi seseorang yang memiliki masa kecil tidak bahagia/ Sumber foto: Freepik

JawaPos.Com- Pola asuh dalam mendidik anak, memainkan peran besar dalam membentuk kebahagiaan dan kesejahteraan di masa dewasa.

Namun sayangnya, tidak semua orang tua sadar bahwa ada pola asuh tertentu yang justru memberikan dampak sangat buruk perkembangan anak. 

Oleh karenanya, pola asuh dalam mendidik anak di masa kecil membutuhkan kesadaran dan peran penuh dari orang tua. 
 
Menghindari perilaku khusus saat mendidik, tentunya dapat membantu anak tumbuh menjadi individu yang bahagia, percaya diri, dan mandiri.  
 
Sebaliknya, perilaku tertentu juga membuat anak tumbuh menjadi individu yang tidak bahagia dan sulit menikmati hidup. 
 
Selengkapnya, inilah beberapa perilaku yang mungkin tidak disadari, namun dampaknya bisa dirasakan hingga anak dewasa.

Dilansir dari Geediting, berikut adalah delapan pola asuh orang tua yang dapat mendidik anak menjadi tidak bahagia, lengkap dengan penjelasan psikologisnya.

1. Mengabaikan Kebutuhan Emosional Anak

Kebutuhan emosional anak sering kali dianggap remeh oleh sebagian orang tua

Mereka lebih fokus pada kebutuhan fisik, seperti makan, pakaian, atau pendidikan, tetapi melupakan aspek emosional.

Anak yang merasa emosinya diabaikan cenderung tumbuh dengan rasa tidak percaya diri. 

Mereka kesulitan mengenali dan mengelola perasaan mereka sendiri, yang dapat menyebabkan gangguan kecemasan atau depresi.

Orang tua perlu lebih peka terhadap perasaan anak. Mendengarkan mereka dengan penuh perhatian dan memberikan dukungan emosional adalah langkah awal untuk memenuhi kebutuhan ini.

2. Harapan yang Tidak Masuk Akal

Beberapa orang tua menetapkan standar yang terlalu tinggi bagi anak mereka. 

Mereka mungkin berharap anak selalu mendapatkan nilai sempurna atau menjadi yang terbaik dalam segala hal.

Anak yang terus-menerus ditekan untuk memenuhi harapan ini dapat merasa stres dan tidak pernah cukup baik. 

Perasaan ini dapat menimbulkan rasa takut gagal yang mendalam.

Orang tua sebaiknya menetapkan harapan yang realistis sesuai dengan kemampuan anak. 

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore