
Ilustrasi ibu dan anak. (Freepik)
JawaPos.com – Mudah untuk berasumsi bahwa anak-anak dilahirkan dengan kecerdasan emosional tingkat tinggi atau tidak. Serta sebagai orang tua, tidak banyak yang dapat dilakukan untuk memperngaruhi seberapa cerdas mereka nantinya.
Namun, penelitian telah menunjukkan bahwa kecerdasan pada Anak terbagi sekitar 50/50 antara bawaan dan didikan, yang berarti pengaruh orang tua dapat memiliki dampak besar pada seberapa pintar anak-anak percaya pada diri mereka sendiri, tetapi juga pada seberapa cerdas mereka.
Dilansir daru laman YourTango, berikut 5 kebiasaan sederhana yang diterapkan oleh seorang ibu agar anak memiliki kecerdasan emosional tinggi.
1. Berbicara pada anak saat masih bayi
Berbicara dengan anak-anak Anda, bahkan saat mereka masih bayi, adalah kunci untuk memulai pemikiran mereka.
Bahkan saat anak-anak masih terlalu kecil untuk memahami apa yang Anda katakan atau mengetahui arti kata-kata rumit yang Anda gunakan, dengan pengulangan mereka akhirnya akan menggunakan konteks untuk memahaminya.
Selain itu, mengajukan pertanyaan terbuka kepada anak akan membantu mereka mengembangkan opini dan rasa percaya diri, serta membuat mereka tahu bahwa opini dan individualitas mereka itu penting.
2. Membiasakan dengan membaca buku
Membaca merupakan salah satu cara untuk memprediksi keberhasilan di sekolah, jadi mulailah membaca bersama anak Anda jauh sebelum mereka mengetahui arti kata-kata tersebut.
Membaca dapat merangsang otak, membangun basis pengetahuan tentang dunia, dan menjadi dasar dari semua pembelajaran di masa mendatang, termasuk matematika dan sains.
Pastikan buku mudah diakses di rumah Anda, contohkan kebiasaan membaca yang baik dengan memastikan anak Anda sering melihat Anda membaca, dan bicarakan dengan anak Anda tentang apa yang Anda berdua baca untuk membangun keterampilan percakapan dan pemahaman bacaan.
3. Mengajari anak dengan menyelesaikan masalahnya sendiri dan memberi solusi
Jangan selesaikan masalah anak Anda untuk mereka. Sebaliknya, dorong mereka untuk fokus pada satu tujuan atau masalah dan cari tahu cara mencapainya atau menyelesaikannya melalui pemikiran kreatif. Tindakan ini merangsang otak dan mengajarkan mereka bahwa mereka mampu mengatasi rintangan sendiri.
4. Membiasakan melakukan aktifitas fisik
Orang tua yang mendorong anak-anak mereka untuk berolahraga memiliki keuntungan yang signifikan. Ini termasuk meningkatkan harga diri, memperbaiki fungsi kognitif, mendorong pengaturan emosi positif, menumbuhkan landasan gaya hidup sehat, dan meningkatkan keterampilan sosial, yang semuanya berkontribusi terhadap kesejahteraan anak secara keseluruhan dan perkembangan kesehatan mental.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Surat Satir Sony Sanjaya ke Kepala BGN Baru Bikin Heboh, Netizen: Nanik Deyang Cepu ya Pak?
Resmi Jadi Tersangka Korupsi MBG, Sony Sonjaya Kirim Surat Satir ke Kepala BGN Baru: 'Terima Kasih Hadiah Indahnya'
Dikabarkan Deal! Persebaya Surabaya Gaet Lima Pemain Anyar, Empat Legiun Asing dan Satu Striker Lokal
