
Ilustrasi kebohongan putih. (freepik)
JawaPos.com - Salah satu aspek paling menarik dari perjalanan ini adalah belajar membedakan kebenaran dari kepalsuan. Meskipun kata-kata sering kali dapat menutupi kebenaran, tubuh kita jarang berbohong.
Isyarat non-verbal kita, seperti perubahan postur tubuh yang halus, ekspresi wajah yang cepat, atau mengutak-atik pena dengan perasaan cemas, sering kali mengungkapkan lebih dari sekadar kalimat yang halus.
Memahami sinyal-sinyal ini dapat menjadi alat yang ampuh, yang memungkinkan kita mendeteksi penipuan dan memperoleh wawasan mengenai niat sebenarnya orang lain.
Dilansir JawaPos.com dari laman Hack Spirit, Selasa (21/1), berikut tujuh cara yang dapat Anda lakukan untuk membaca bahasa tubuh seseorang untuk mengetahui apakah mereka mungkin menyembunyikan kebenaran.
1. Perhatikan mata
Mata kita sering disebut sebagai jendela jiwa, dan ada alasannya. Mata dapat mengungkapkan banyak hal tentang apa yang terjadi di dalam pikiran kita. Dalam bidang deteksi penipuan, mata memegang peranan penting.
Penelitian menunjukkan bahwa ketika orang berbohong, mereka cenderung menghindari kontak mata atau berkedip lebih sering. Ada rasa tidak nyaman yang muncul saat kita harus menjaga kontak mata saat tidak jujur.
Seolah-olah alam bawah sadar kita mencoba melindungi kita dari rasa bersalah atau takut ketahuan. Demikian pula, peningkatan frekuensi berkedip dapat mengindikasikan stres dan kecemasan, yang sering dikaitkan dengan kebohongan.
Namun, ingatlah bahwa ini hanyalah indikator dan bukan bukti pasti adanya penipuan. Mungkin ada alasan lain mengapa seseorang menghindari kontak mata atau berkedip cepat, seperti kegugupan atau kondisi medis tertentu.
Kuncinya adalah mengamati isyarat-isyarat ini dalam konteks dan dalam hubungannya dengan tanda-tanda lainnya. Hanya dengan begitu Anda dapat mulai menarik kesimpulan tentang apakah seseorang mungkin berbohong.
2. Perhatikan mikro ekspresi
Ekspresi mikro adalah ekspresi wajah yang muncul secara tiba-tiba dan tidak disengaja sebagai respons terhadap rangsangan emosional. Ekspresi mikro muncul di wajah seseorang selama sepersekian detik, sering kali tanpa disadari oleh orang tersebut.
Ketika seseorang berbohong, ekspresi wajah mereka mungkin tidak sesuai dengan emosi yang disampaikan oleh kata-katanya. Misalnya, seseorang yang mengaku bahagia mungkin sebentar menunjukkan seringai atau cemberut, tanda ketidakpuasan atau ketidaknyamanan yang terpendam.
3. Perhatikan bahasa tubuh
Alat lain yang ampuh untuk mendeteksi penipuan adalah mengamati bahasa tubuh seseorang. Sering dikatakan bahwa tindakan lebih bermakna daripada kata-kata, dan ini khususnya berlaku untuk mendeteksi kebohongan.

11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
