Logo JawaPos
Author avatar - Image
19 Januari 2025, 23.11 WIB

7 Tanda Seorang Perempuan Sering Disakiti dan Terluka Hatinya di Masa Lalu, Menurut Psikologi

Ilustrasi Perempuan yang Sering Disakiti - Image

Ilustrasi Perempuan yang Sering Disakiti

JawaPos.com - Setiap orang memiliki masa lalu, dan bagi sebagian perempuan, luka di masa lalu membentuk siapa mereka hari ini. Pengalaman pahit bisa meninggalkan bekas yang sulit dihilangkan, termasuk rasa takut untuk kembali terluka.

Psikologi mengungkapkan bahwa ada beberapa tanda yang sering ditunjukkan oleh perempuan yang sering disakiti dalam hidupnya. Meski tidak selalu tampak di permukaan, tanda-tanda ini dapat menjadi cerminan dari perjuangan mereka melindungi diri.

Dilansir dari laman Small Biz Technology pada Minggu (19/1) berikut ini daftarnya!

1. Membangun Tembok Emosional

Perempuan yang sering disakiti biasanya memiliki "perisai tak kasat mata" untuk melindungi dirinya dari rasa sakit yang sama.

Ini sering kali diwujudkan dalam bentuk tembok emosional yang sulit ditembus. Mereka mungkin tampak dingin atau menjauh, tetapi sebenarnya itu adalah cara mereka menjaga diri.

Misalnya, mereka cenderung ragu-ragu sebelum berbagi perasaan atau terlihat menarik diri saat hubungan mulai menjadi serius. Mereka telah belajar dari pengalaman bahwa terlalu banyak membuka diri bisa berisiko.

2. Menganalisa Segala Hal

Luka di masa lalu dapat membuat seseorang lebih waspada. Perempuan yang sering disakiti cenderung menganalisa setiap tindakan dan perkataan orang di sekitarnya. Mereka bisa saja mempertanyakan niat orang lain atau mencari makna tersembunyi dalam setiap interaksi.

Contohnya, jika pasangan tidak membalas pesan dengan cepat, pikiran mereka langsung membayangkan skenario terburuk. Meskipun niatnya adalah melindungi diri, perilaku ini sering kali membuat mereka merasa lelah secara emosional.

3. Sulit Untuk Percaya Lagi

Kepercayaan adalah salah satu hal yang paling sulit dibangun kembali setelah terluka. Bagi perempuan yang telah berulang kali disakiti, mempercayai seseorang yang baru adalah tantangan besar. Rasanya seperti berdiri di tepi jurang dengan ketakutan akan terjatuh lagi.

Meski mereka mungkin ingin membuka hati, kenangan tentang rasa sakit sebelumnya sering kali menghantui. Trauma ini membuat mereka lebih selektif dan terkadang terlalu waspada terhadap niat baik orang lain.

4. Menjadi Terlalu Mandiri

Mandiri memang hal yang positif, tetapi bagi perempuan yang sering disakiti, kemandirian ini terkadang menjadi bentuk perlindungan. Mereka belajar untuk bergantung pada diri sendiri karena merasa lebih aman dengan cara itu.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore