
Ilustrasi delapan ciri yang biasa ditunjukkan oleh orang-orang yang merasa paling cemas di malam hari. (Pexels/KATRIN BOLOVTSOVA)
JawaPos.com - Beberapa orang mengalami kecemasan saat matahari terbenam dan terasa sangat membebani. Perasaan cemas di malam hari ini tidak hanya mengganggu, tetapi juga bagian dari fenomena psikologi yang nyata, dan bukanlah sesuatu yang dipilih secara sadar.
Menurut psikologi, orang yang sering cemas di malam hari menunjukkan ciri-ciri umum tertentu. Memahami ciri-ciri ini dapat menjadi kunci untuk mengelola kecemasan di malam hari secara lebih efektif.
Dilansir dari Geediting, inilah delapan ciri yang biasa ditunjukkan oleh orang-orang yang merasa paling cemas di malam hari.
1. Overthinking atau berpikir berlebihan
Berpikir berlebihan merupakan sifat umum di antara orang yang mudah khawatir di malam hari menurut psikologi. Mereka akan berada di tempat tidur sambil mengingat kembali kejadian hari itu, menilai setiap kata dan tindakan, dan memprediksi semua kemungkinan hasil untuk skenario masa depan.
Siklus berpikir ini bisa melelahkan dan kontraproduktif yang seringkali membuat seseorang merasa lebih cemas daripada menyelesaikan kekhawatiran apapun. Berpikir berlebihan di malam hari bukanlah kesalahan siapapun.
2. Kreativitas
Kreativitas yang meningkat sering dikaitkan dengan mereka yang merasa lebih cemas di malam hari. Psikologi mengungkapkan bahwa kecemasan dan kreativitas memang dapat berbagi hubungan yang kompleks. Imajinasi yang aktif dapat menjadi pedang bermata dua.
Imajinasilah yang membuat seseorang berpikir inovatif dan imajinatif, tetapi imajinasi juga dapat membuat pikiran menjadi sibuk dengan berbagai pikiran dan kekhawatiran saat mencoba untuk menenangkan diri.
Mereka mungkin mendapati dirinya terjaga dengan berbagai ide yang berkecamuk dalam kepala, atau mungkin tengah merancang solusi atas suatu masalah atau menciptakan skenario yang memicu kecemasan.
3. Sensitivitas terhadap kafein
Orang yang merasa lebih cemas di malam hari mungkin juga menunjukkan kepekaan yang lebih tinggi terhadap kafein. Ini tidak hanya berlaku untuk kopi, tetapi juga teh, cokelat, obat-obatan tertentu, dan minuman berenergi.
Kafein merupakan stimulan yang dapat mengganggu tidur dengan menghalangi zat kimia pemicu tidur di otak dan meningkatkan produksi adrenalin. Kafein memiliki waktu paruh sekitar lima jam, yang berarti jika seseorang mengonsumsi kafein di sore hari, sekitar setengahnya masih ada dalam sistem tubuh saat waktu tidur.
Bagi sebagian orang, kepekaan ini tidak hanya mengganggu tidur, tetapi juga memperburuk kecemasan mereka. Ini seperti menambahkan bahan bakar ke api kekhawatiran mereka yang sudah ada di malam hari.
4. Keinginan kuat untuk mengendalikan

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
