Logo JawaPos
Author avatar - Image
10 Januari 2025, 20.07 WIB

Ingin Disiplin Mengelola Uang Seiring Bertambahnya Usia? Segera Tinggalkan 5 Kebiasaan Ini Menurut Psikologi, Apa Saja?

Kebiasaan mengelola uang seiring bertambah usia menurut psikologi - Image

Kebiasaan mengelola uang seiring bertambah usia menurut psikologi

JawaPos.com – Mengelola uang dengan bijak adalah keterampilan penting yang semakin diperlukan seiring bertambahnya usia. Namun, kebiasaan buruk sering kali menjadi penghalang untuk mencapai disiplin finansial yang diidamkan.

Menurut psikologi, ada beberapa kebiasaan yang harus segera ditinggalkan untuk memastikan pengelolaan uang yang lebih baik. Perilaku ini bukan hanya memengaruhi kesehatan finansial, tetapi juga bisa berdampak pada kualitas hidup di masa depan.

Dilansir dari Hack Spirit pada Jumat (10/1), diterangkan bahwa terdapat lima kebiasaan yang harus ditinggalkan jika kamu ingin lebih disiplin mengelola uang seiring dengan bertambahnya usia menurut Psikologi.

1. Pembelian impulsif

Kebiasaan belanja impulsif sering kali menjadi penyebab utama kekacauan dalam keuangan. Contohnya, menurut penelitian, rata-rata orang menghabiskan sekitar $281 atau sekitar 4,5 juta rupiah per bulan untuk pembelian yang tidak direncanakan.

Hal ini sering terjadi ketika kamu tergoda oleh barang yang tidak benar-benar dibutuhkan, terutama dengan kemudahan belanja online dan kartu kredit. Kebiasaan ini bisa menguras dompet secara perlahan tanpa disadari.

Solusinya adalah dengan lebih berhati-hati setiap kali akan membeli sesuatu, seperti bertanya apakah barang tersebut benar-benar diperlukan. Jika kamu kesulitan mengontrol godaan, cobalah membatasi paparan iklan, mengurangi waktu di media sosial, atau menerapkan aturan untuk menunda pembelian selama 24 jam.

2. Mengikuti gaya hidup orang lain

Membandingkan diri dengan orang lain adalah jebakan finansial yang berbahaya. Dorongan untuk memiliki barang-barang mewah demi “menyamai” tetangga atau teman hanya akan membuat keuanganmu tidak stabil.

Contohnya, melihat teman memamerkan liburan mahal di media sosial bisa memicu keinginan untuk ikut-ikutan, meski tidak sesuai dengan anggaranmu. Kebiasaan ini hanya menjauhkan kamu dari tujuan finansial sejati.

Sebaliknya, fokuslah pada apa yang benar-benar penting bagimu. Mulailah mengarahkan pengeluaran pada hal-hal yang meningkatkan kualitas hidupmu, bukan sekadar mengikuti tren. Dengan begitu, kamu akan merasa lebih tenang secara finansial dan bahagia.

3. Menggunakan kartu kredit untuk segala hal

Kartu kredit memang menawarkan banyak manfaat, seperti poin hadiah dan kemudahan transaksi, tetapi mereka juga bisa menjadi perangkap jika tidak digunakan dengan bijak.

Riset menunjukkan bahwa orang lebih cenderung menghabiskan uang saat menggunakan kartu kredit dibandingkan uang tunai. Ini bisa menjadi masalah besar, terutama ketika bunga kartu kredit rata-rata mencapai 25%.

Untuk menghindari jebakan ini, gunakan kartu kredit hanya untuk pembelian yang sudah direncanakan dan pastikan membayar lunas tagihan setiap bulan. Dengan cara ini, kamu bisa memanfaatkan manfaat kartu kredit tanpa terjebak dalam utang yang membengkak.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore