Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 5 Januari 2025 | 07.29 WIB

7 Perilaku Orang Tua Dalam Membesarkan Anak yang Justru Membuat Manja dan Sombong, Menurut Psikologi

Ilustrasi anak perempuan yang sombong. (Freepik) - Image

Ilustrasi anak perempuan yang sombong. (Freepik)

JawaPos.com - Sebagai orang tua, kita seringkali memiliki niat terbaik untuk anak-anak kita. Namun, tanpa disadari, ada perilaku orang tua yang bisa berdampak negatif pada perkembangan mereka.

Pola parenting tertentu yang kita terapkan mungkin membuat anak tumbuh menjadi pribadi yang manja dan memiliki rasa berhak yang berlebihan.

Dilansir dari laman Small Business Bonfire pada Sabtu (4/1), kita akan membahas tujuh perilaku tersebut berdasarkan sudut pandang psikologi.

1. Terlalu Memanjakan dengan Materi

Salah satu kesalahan umum yang dilakukan orang tua adalah terlalu memanjakan anak dengan barang-barang materi. Dalam keinginan untuk memberikan yang terbaik, orang tua sering kali tanpa sadar menuruti semua keinginan anak, mulai dari mainan terbaru hingga gadget mahal.

Anak yang terus-menerus mendapatkan apa yang mereka inginkan tanpa usaha cenderung mengembangkan sikap berhak. Mereka mulai menganggap barang-barang tersebut sebagai sesuatu yang wajar diterima, bukan hak istimewa.

Akibatnya, mereka tumbuh menjadi pribadi yang kurang menghargai apa yang dimiliki dan sulit memahami bahwa kebahagiaan tidak melulu soal kepemilikan materi.

2. Menghindari Kritik yang Membangun

Banyak orang tua merasa tidak nyaman memberikan kritik kepada anak mereka karena takut melukai perasaan atau membuat mereka kecewa. Padahal, kritik yang membangun sangat penting untuk membantu anak memahami kesalahan mereka dan belajar memperbaikinya.

Tanpa kritik, anak tidak akan belajar menghadapi kenyataan hidup di mana umpan balik adalah hal yang wajar. Pola parenting seperti ini justru membuat anak tumbuh menjadi pribadi yang sulit menerima masukan dari orang lain dan rentan merasa dirinya selalu benar.

3. Gagal Menetapkan Batasan

Batasan adalah bagian penting dari pola asuh yang sehat. Namun, sebagian orang tua cenderung ragu menetapkan aturan yang tegas karena khawatir akan dianggap terlalu keras. Ketika anak tumbuh tanpa batasan yang jelas, mereka mulai percaya bahwa dunia akan selalu memenuhi keinginan mereka.

Hal ini dapat menyebabkan anak yang manja sulit memahami bahwa mereka harus menghormati hak dan kebutuhan orang lain. Lebih buruk lagi, mereka mungkin tumbuh dengan pola pikir bahwa dunia berputar di sekitar mereka.

4. Selalu Menyelesaikan Masalah Anak

Perilaku orang tua yang sering turun tangan untuk menyelesaikan setiap masalah anak, meskipun bertujuan baik, justru berdampak buruk. Anak menjadi terlalu bergantung pada orang tua dan merasa tidak perlu berusaha menyelesaikan masalah sendiri.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore