
Ilustrasi orang insecure. (MART PRODUCTION/pexels.com)
JawaPos.com - Hidup terus berjalan dengan ritmenya sendiri dan kamu harus bisa mengikutinya, meskipun banyak faktor yang mampu menghambat kemajuan dalam mencapai tujuanmu. Salah satu faktor yang sangat memengaruhi pertumbuhan dalam hidup adalah citra diri seseorang.
Ketika seseorang punya harga diri dan kepercayaan diri yang rendah hal ini dapat berujung pada sikap meremehkan diri sendiri, maka bisa menghambat perkembangan dan pencapaian mereka. Dilansir dari psychologs.com, berikut berbagai alasan seseorang sering meremehkan diri sendiri sehingga memicu insecure.
1. Mengambil jalan pintas saat bersosialisasi
Bersosialisasi bisa sangat melelahkan, terutama apabila kamu mengalami kecemasan sosial atau takut dihakimi. Kamu mungkin merasa tidak cukup mampu berkontribusi dalam percakapan. Namun, dengan membangun jaringan yang kuat, kamu tidak hanya menunjukkan kemampuan kepada atasan, tetapi juga membuka peluang untuk kariermu.
Menunjukkan bahwa kamu punya lebih dari sekadar pengetahuan dapat membuka peluang baru. Apabila kariermu stagnan, hal itu mungkin disebabkan kurangnya interaksi. Menghindari penilaian justru memperburuk rasa takutmu. Dengan bersosialisasi aktif, kamu mengambil kendali atas situasi. Bangun jaringan di platform profesional seperti LinkedIn dan ikuti acara kantor supaya keluar dari zona nyaman.
Baca Juga: Tampak Tidak Menyenangkan! Ini 9 Tanda Seseorang Benar-benar Berkembang Menjadi Pribadi yang Berbeda
2. Tidak menetapkan tujuan
Tanpa menetapkan tujuan untuk diri sendiri, kamu akan kehilangan motivasi berkembang, bahkan jika kamu memiliki dorongan supaya maju, kamu mungkin tidak tahu bagaimana cara mencapainya. Sebaliknya, menetapkan terlalu banyak tujuan atau tujuan yang tidak realistis justru akan membuatmu kewalahan.
Dalam kedua situasi ini, kamu berisiko menghadapi kegagalan dan merasa tidak mampu. Tentukan tujuan jangka pendek dan jangka panjang yang menantang namun realistis. Pikirkan tentang apa yang ingin dicapai di masa depan, dan pastikan tujuan tersebut bisa diwujudkan. Langkah pertama adalah merencanakan tujuan, kemudian secara rutin evaluasi kemajuanmu guna mencapainya.
3. Takut menjadi sasaran kritik
Kritik sering kali disampaikan dengan cara yang kasar dan terkadang datang dari tempat yang kurang baik. Menerima komentar tentang pekerjaanmu, terutama yang bersifat negatif, bisa sangat sulit, apalagi setelah kamu bekerja keras untuk mencapainya. Sayangnya, dengan bersikap terbuka terhadap kritik, kamu dapat belajar dan berkembang.
Dengarkan kritik dengan perhatian penuh, dan jangan menganggapnya sebagai serangan pribadi. Seringkali, kritik dimaksudkan membantumu berkembang. Apabila kritik tersebut muncul karena rasa iri, pertimbangkan dengan bijak, dan ambil tindakan hanya jika menurutmu kritik itu relevan. Anggaplah kritik sebagai umpan balik yang membangun, bukan sebagai penilaian.
4. Sensitif terhadap sugesti
Orang di sekitar dirimu sering memberikan pendapat, dan jika kamu mendengarnya terus-menerus, kamu bisa mulai mempercayainya. Akan tetapi, tidak semua orang adalah teman sejati. Pada akhirnya, pendapatmu sendiri yang paling penting. Jika dirimu terlalu peka terhadap pengaruh orang lain, komentar negatif bisa memengaruhi citra dirimu.
