
Ilustrasi orang yang khawatir dengan berat badan. (freepik.com/freepik)
JawaPos.com - Setiap orang tentunya ingin memiliki berat badan ideal, tidak terlalu kurus dan gemuk. Tapi sering kali sulit dilakukan karena banyak tergoda oleh makanan atau malas berolahraga.
Meskipun beberapa ahli membagikan tips diet, tapi mereka enggan mengikutinya dengan konsisten karena merasa tersiksa. Pada akhirnya, sulit menurunkan berat badan tapi suka mengeluh.
Dilansir dari laman Blog Herald pada (28/12), 6 kebiasaan halus dari orang yang ingin menurunkan berat badan tapi tak pernah terwujud, diantaranya adalah :
1. Terjebak dalam pola pikir semua atau tidak sama sekali
Salah satu hambatan psikologis yang paling umum dalam menurunkan berat badan adalah pola pikir semua atau tidak sama sekali. Ini adalah saat kita memandang pola makan dan olahraga kita secara ekstrim, apakah kita berkomitmen 100%, atau kita tidak melakukannya sama sekali.
Psikologi memberi tahu kita bahwa perfeksionisme dan penurunan berat badan tidak bisa dipadukan dengan baik. Faktanya, penelitian menunjukkan bahwa individu yang menerapkan sikap semua atau tidak sama sekali terhadap pola makan dan olahraga cenderung tidak mempertahankan penurunan berat badannya.
Kuncinya di sini adalah memahami bahwa kesalahan kecil adalah bagian normal dari setiap perjalanan penurunan berat badan. Daripada berjuang untuk kesempurnaan, bidiklah kemajuan. Ini tentang konsistensi dari waktu ke waktu, bukan kesempurnaan pada saat itu.
Baca Juga: Ingin Buat Orang Lain Nyaman? 8 Cara Menjadi Sosok Humble pada Kehidupan Sehari-hari dengan Mudah
2. Membiarkan stres mendikte kebiasaan makan
Kebiasaan halus kedua yang mungkin menghambat perjalanan penurunan berat badan Anda adalah makan secara emosional. Ini adalah saat kita menggunakan makanan untuk menenangkan emosi negatif seperti stres, kecemasan, atau kesedihan.
Psikologi memberi tahu kita bahwa makan secara emosional adalah respons umum terhadap stres. Saat kita mengalaminya, tubuh akan memproduksi hormon kortisol, yang dapat meningkatkan nafsu makan dan mengidam makanan yang menenangkan.
Seiring waktu, kamu mungkin menyadari bahwa mencari makanan bukan karena lapar, tetapi sebagai cara untuk mengatasi perasaanmu saat itu. Sayangnya, makan secara emosional dapat dengan mudah menyebabkan makan berlebihan dan penambahan berat badan.
3. Kurang tidur
Kebiasaan lain yang mungkin luput dari perhatianmu adalah kurang tidur. Sangat mudah untuk mengabaikan tidur sebagai hal yang tidak relevan dengan penurunan berat badan, tapi penelitian menunjukkan sebaliknya.
Kurang tidur dapat membuat hormon kita tidak seimbang, khususnya hormon yang bertanggung jawab mengendalikan rasa lapar dan kenyang. Saat kurang tidur, tubuh akan memproduksi lebih banyak ghrelin (hormon kelaparan) dan lebih sedikit leptin (hormon yang memberi tahu kapan kamu kenyang).
Selain itu, kurang tidur dapat menurunkan tingkat energi, sehingga menyulitkanmu untuk melakukan aktivitas fisik. Hal ini juga dapat menyebabkan meningkatnya keinginan akan makanan tinggi gula dan lemak tinggi karena tubuh mencari sumber energi yang cepat.
Oleh karena itu, mendapatkan tidur yang cukup dan berkualitas sangat penting untuk keberhasilan penurunan berat badan. Usahakan tidur 7-9 jam per malam. Tetapkan jadwal tidur yang teratur dan ciptakan rutinitas waktu tidur secara menenangkan untuk membantu meningkatkan kualitasnya.
Baca Juga: Tampak Tidak Menyenangkan! Ini 9 Tanda Seseorang Benar-benar Berkembang Menjadi Pribadi yang Berbeda
4. Hambatan dari lingkungan sosial
Orang-orang dan lingkungan di sekitar kita dapat memberikan dampak yang signifikan terhadap perilaku, termasuk yang berkaitan dengan pola makan dan olahraga.
Jika kamu dikelilingi oleh teman atau keluarga yang sering mengonsumsi makanan tidak sehat atau tidak banyak bergerak, mungkin akan merasa lebih sulit untuk tetap berpegang pada tujuan penurunan berat badan.
Ini bukan berarti kamu harus memutuskan hubungan dengan orang-orang ini, tapi penting untuk mengetahui cara kebiasaan mereka dapat memengaruhi kebiasaan Anda.
Psikologi menunjukkan bahwa kita sering dipengaruhi oleh perilaku orang-orang di sekitar, sebuah fenomena yang dikenal sebagai penularan sosial. Dalam konteks penurunan berat badan, ini berarti kebiasaan makan dan olahraga bisa dipengaruhi oleh orang yang menghabiskan waktu bersama kita.
5. Tidak mendengarkan isyarat lapar dan kenyang dari tubuh
Hal ini sering kali disebabkan oleh diet bertahun-tahun atau mengikuti rencana makan yang ketat, di mana kita diberi tahu apa dan kapan harus makan, terlepas dari sinyal alami tubuh kita.
Jika kita terus-menerus mengabaikan sinyal-sinyal ini, maka akan terputus dari kebutuhan tubuh. Hal ini dapat menyebabkan makan berlebihan, karena mungkin tidak menyadari kapan kita benar-benar kenyang atau kurang makan, sehingga dapat memperlambat metabolisme dan mempersulit penurunan berat badan.
Psikologi mendorong kita untuk mempraktikkan pola makan yang sadar, memerhatikan isyarat rasa lapar dan kenyang, makan perlahan tanpa gangguan, dan menikmati setiap gigitan. Praktik ini memupuk hubungan yang lebih sehat dengan makanan dan dapat membantu kita membuat pilihan makanan yang lebih baik.
6. Tidak menetapkan tujuan yang realistis
Menetapkan tujuan penurunan berat badan yang tidak realistis adalah kesalahan umum yang dapat menghambat kemajuan. Meskipun ambisius itu bagus, menetapkan tujuan yang tidak dapat dicapai atau terlalu dibuat-buat dapat menyebabkan frustrasi dan kehilangan motivasi.
Psikologi menyarankan bahwa menetapkan tujuan SMART (Specific, Measurable, Attainable, Relevant, Time-bound) dapat meningkatkan peluang untuk sukses. Sasaran ini jelas dan ringkas, yang dapat membantu kamu tetap fokus dan termotivasi.
Misalnya, alih-alih menetapkan sasaran yang tidak jelas seperti “Saya ingin menurunkan berat badan”, sasaran yang SMART adalah “Saya akan menurunkan berat badan 1 pon per minggu selama 10 minggu, dengan berolahraga selama 30 menit sehari, 5 hari seminggu, dan mengurangi asupan kalori harian sebanyak 500 kalori.”
Dikutip dari laman Sirka Health bahwa supaya diet itu tidak hanya menjadi wacana, jangan terpaku dengan resolusi orang lain serta pastikan ketersediaan sumber daya yang dibutuhkan.
***

5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
11 Tempat Berburu Sarapan Bubur Ayam Paling Enak di Bandung, Layak Masuk Daftar Wisata Kuliner!
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Kuliner Nasi Goreng Paling Enak di Bandung, Tiap Hari Pelanggan Rela Antre Demi Menikmati Kelezatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
