Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 27 Desember 2024 | 18.50 WIB

Psikologi: Pria yang Punya Segalanya tapi Masih Selingkuh Kerap Miliki 8 Sifat Kepribadian Ini, Apa Ya?

Kepribadian pria selingkuh menurut Psikologi. (Freepik/freepik) - Image

Kepribadian pria selingkuh menurut Psikologi. (Freepik/freepik)

JawaPos.com – Tindakan selingkuh sering kali membingungkan, terutama jika dilakukan oleh pria yang tampaknya memiliki segalanya, keluarga yang harmonis, karier sukses, dan stabilitas finansial. Mengapa seseorang yang terlihat “sempurna” masih mencari sesuatu di luar hubungan mereka?

Menurut psikologi, ada beberapa sifat kepribadian yang sering ditemukan pada pria dengan kecenderungan selingkuh meski punya segalanya. Sifat-sifat ini tidak hanya mencerminkan aspek emosional, tetapi juga dinamika kompleks dalam hubungan dan kebutuhan mereka.

Dilansir dari geediting.com pada Jumat (27/12), diterangkan bahwa terdapat delapan sifat kepribadian pria yang meski telah memiliki segalanya dalam hidup tapi mereka masih tetap selingkuh menurut Psikologi.

  1. Ketidakamanan batin

Beberapa individu yang tampak sukses dan percaya diri ternyata menyimpan kerentanan emosional yang mendalam. Di balik citra gemilang, mereka seringkali bergulat dengan perasaan tidak layak atau takut ditolak. D

orongan untuk mencari pembenaran di luar hubungan mereka bukan sekadar keinginan bermain api, melainkan upaya untuk menegaskan harga diri.

Mereka berusaha membuktikan diri masih menarik dan diinginkan, bukan karena pasangan mereka kurang, tetapi karena pergulatan internal yang kompleks.

  1. Empati yang membingungkan

Paradoksnya, pelaku perselingkuhan kerap memiliki sensitivitas emosional yang tinggi. Kemampuan mereka memahami perasaan orang lain justru dapat menjadi celah untuk menjalin hubungan yang tidak pantas.

Mereka mampu membaca emosi dengan tajam, namun kesulitan menetapkan batasan yang jelas. Ironisnya, mereka tidak abai terhadap rasa sakit yang akan ditimbulkan, namun tetap kesulitan mengendalikan dorongan batin.

  1. Pencari sensasi

Hasrat akan petualangan dan ketegangan menjadi pendorong utama perilaku ini. Sistem reward dalam otak mereka bereaksi kuat terhadap pengalaman baru yang berisiko. Setiap momen rahasia memberikan ledakan dopamin yang membuat mereka ketagihan.

Bukan sekadar pelampiasan nafsu, melainkan semacam pertarungan melawan rutinitas dan ekspektasi sosial yang membebani.

  1. Kekosongan emosional

Perselingkuhan kerap muncul bukan karena ketidakpuasan fisik, melainkan kekosongan rasa. Mereka merasa terasing dalam hubungan yang ada, seolah kehilangan koneksi mendalam.

Perbuatan berbahaya ini menjadi cara keliru untuk mengisi kekosongan batin yang mereka rasakan. Bukan karena pasangan tidak mampu mencintai, tetapi karena masalah kompleks dalam diri sang pelaku.

  1. Tekanan kesempurnaan

Sosok yang tampak sempurna kerap mengalami tekanan berat untuk selalu tampil ideal. Tuntutan dari lingkungan, profesi, atau bahkan diri sendiri membuat mereka tertekan.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore