Tokoh wastra Indonesia dan desainer senior Anna Mariana (Tengah). (ist)
JawaPos.com – Keberadaan ibu dalam keluarga memang memberikan pengaruh yang besar dalam kehidupan orang-orang disekitarnya. Bahkan, pandangan dan proses seorang ibu dalam kehidupan membawa pengaruh saat menciptakan karya. Salah satunya dalam dunia mode.
Diungkapkan Tokoh wastra Indonesia dan desainer senior Anna Mariana, ibu sering kali menjadi panutan bagi anak-anak dan keluarganya. Termasuk menjadi inpirasi tren busana yang elegan dan nyaman.
“Banyak desainer perempuan yang juga seorang ibu dapat membawa perspektif unik dalam menciptakan koleksi inklusif dan relevan,” ujar Anna yang juga Ketua Umum Yayasan Putra Putri Tenun & Songket Indonesia dan Ketua Umum Yayasan Cinta Budaya Kain Nusantara baru-baru ini.
Jika melihat lebih jauh, seorang ibu juga memiliki peran dalam mendukung kemajuan industri mode. Bhakan, termasuk sebagai konsumen cerdas, dalam memilih yang sesuai dengan kebutuhan keluarga dan nilai secara ekonomi, serta keberlanjutannya.
“Perempuan-perempuan masa kini yang kebanyakan kaum Ibu juga menjadi desainer-desainer hebat yang sekaligus banyak menjadi contoh mode bagi rancangannya, maupun industri mode di berbagai tren dan kegiatan di masyarakat,” kata Pendiri Dewan Rempah Kejayaan Indonesia (DRKI) ini.
Keterlibatan ibu-ibu di dunia mode pun juga terlihat dari para pengrajin wastra seperti tenun dan songket. Kebanyakan perajin-perajin yang mengerjakannya adalah kaum perempuan dan ibu-ibu di seluruh daerah kepulauan Indonesia secara turun-temurun, serta menjadi sumber mata pencahariannya. Industri tradisional tenun-tenun dan songket masih di pertahankan produknya karena keberadaan mereka.
“Menjadi tren mode yang mampu mengguncang mata dunia karena keindahan dan keunikan motif dan produknya yang hampir negara-negara lain tidak mampu membuatnya. Produk tekstil tradisional, produk fashion berbasis tenun-tenun tradisional khas indonesia, mampu memberikan kontribusi devisa besar bagi Indonesia karena tingginya nilai ekspor,” paparnya.
Diharapkan, budaya wastra warisan leluhur bangsa Indonesia yang indah ini terus menjadi ikon dan kebanggaan bagi bangsa Indonesia, serta dunia. Termasuk industri fashion yang berbasis atau bernuansa tenun-tenun dan songket tradisional Indonesia.
“Harapan saya bagi para desainer perempuan Indonesia yang hebat, teruslah mencintai produk wastra tenun-tenun dan songket tradisional budaya bangsa Indonesia. Terus semangat, bangkit, berlomba mengembangkan karya-karya terbaiknya, menggunakan tenun-tenun dan songket tradisional,” jelasnya.
Anna juga mendorong ke semua pihak yang berkepentingan agar dapat membantu para perajin wastra tradisional Indonesia agar terus bisa bangkit kembali berkarya. Juga membantu peningkatan ekonomi dan daya belinya. Sekaligus meningkatkan daya beli bagi para desainer perempuan Indonesia.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
