Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 26 Desember 2024 | 15.18 WIB

Orang yang Dipuji Secara Berlebihan saat Masih Anak-anak Biasanya Mengembangkan 5 Ciri Kepribadian Ini di Kemudian Hari, Anda Termasuk?

6 Hal dalam Hidup yang Hampir Tidak Pernah Dikhawatirkan oleh Orang yang Benar-benar Percaya Diri.

 

JawaPos.com - Sangat menarik untuk melihat bagaimana pengalaman masa kecil kita membentuk karakter kita. Misalnya, mereka yang dihujani pujian berlebihan karena anak-anak sering tumbuh dengan cara tertentu. Ini bukan tentang menuding jari atau menyalahkan. Ini tentang memahami efek jangka panjang dari pujian terus-menerus pada perkembangan kepribadian anak

Idenya adalah ini: anak-anak yang selalu diberi tahu bahwa mereka yang terbaik dapat mengembangkan karakteristik khusus di masa dewasa. Jangan khawatir, ini bukan ramalan malapetaka dan kesuraman. Di bagian berikut, kami akan mengungkapkan lima ciri kepribadian umum yang cenderung muncul pada orang dewasa yang dipuji secara berlebihan saat masih anak-anak. Anda mungkin menemukan beberapa yang mengejutkan, yang lain mencerahkan, tetapi semuanya layak untuk dilihat. Berikut 5 ciri kepribadiannya, dikutip dari geediting pada Kamis (26/12).

1) Terlalu percaya diri

Menariknya, banyak orang dewasa yang menerima pujian berlebihan sebagai anak-anak sering mengembangkan pandangan yang berlebihan tentang kemampuan mereka sendiri. Ini adalah hasil yang wajar ketika Anda terus-menerus diberi tahu betapa hebatnya Anda. Ini bukan tentang memiliki harga diri atau kepercayaan diri yang sehat, yang merupakan ciri penting untuk sukses.

Ini tentang terlalu percaya diri, keyakinan pada kemampuan seseorang yang melampaui apa yang dibenarkan oleh fakta. Terlalu percaya diri dapat menyebabkan berbagai masalah, mulai dari mengambil risiko yang tidak perlu hingga persiapan yang kurang untuk menghadapi tantangan karena mereka menganggap kesuksesan dijamin. Bukannya mereka mencoba untuk menjadi sombong atau meremehkan orang lain.

Hanya saja persepsi mereka telah condong oleh sanjungan terus-menerus yang mereka terima sebagai anak-anak. Ingat, ini bukan hukuman seumur hidup, dan dengan perhatian dan fokus yang tepat, ini dapat dikelola secara efektif. Dan memahami sifat ini adalah langkah pertama ke arah itu.

2) Takut gagal

Ciri lain yang saya perhatikan pada mereka yang dipuji secara berlebihan sebagai anak-anak adalah rasa takut yang kuat akan kegagalan. Yang ini pulang untuk saya. Tumbuh dewasa, saya selalu menjadi "anak yang cerdas."Guru, orang tua, teman – mereka semua memuji saya atas betapa cepatnya saya memahami konsep. Itu bagus ... sampai tidak. Pujian terus-menerus membuat saya percaya bahwa saya harus selalu sempurna. Pikiran untuk membuat kesalahan atau gagal pada sesuatu menjadi menakutkan karena saya merasa itu akan menghancurkan citra yang dimiliki semua orang tentang saya. 

Bahkan sekarang sebagai orang dewasa, terkadang saya merasa ragu-ragu untuk menghadapi tantangan baru karena rasa takut akan kegagalan yang masih ada. Ini adalah pertempuran yang sulit, tetapi memahami dari mana asalnya telah berperan penting dalam perjalanan saya untuk mengatasinya. Kegagalan hanyalah batu loncatan menuju kesuksesan. Ini bukan akhir dari dunia – ini adalah kesempatan belajar.

3 ) Kesulitan menerima kritik

Orang-orang yang dipuji saat masih anak-anak cenderung bergumul dengan kritik di masa dewasa. Ini bukan hanya pengamatan anekdotal, tetapi sesuatu yang juga ditemukan oleh studi psikologi. Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Experimental Psychology, para peneliti menemukan bahwa anak-anak yang dipuji secara berlebihan lebih cenderung menunjukkan reaksi negatif terhadap kritik sebagai orang dewasa. Mereka menganggapnya pribadi dan berjuang untuk memisahkan umpan balik yang membangun dari harga diri mereka.

Hal ini dapat menyebabkan sikap defensif dan keengganan untuk mengakui kesalahan, yang dapat merugikan baik dalam hubungan pribadi maupun profesional. Tetapi dengan pemahaman dan kesadaran diri, adalah mungkin untuk mengembangkan respons yang lebih sehat terhadap kritik.

4) Perfeksionisme

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore