
Ilustrasi orang high value (mikoto.raw Photographer/pexels.com)
JawaPos.com - Orang yang high value bukan hanya mereka yang memiliki kekayaan atau status sosial, tetapi mereka yang memberikan dampak positif dalam kehidupan orang lain.
Psikologi mengidentifikasi beberapa karakteristik umum yang dimiliki oleh orang-orang dengan nilai tinggi ini.
Secara sederhana, menjadi orang yang high value berkaitan dengan bagaimana kamu bersikap terhadap orang lain, caramu menghadapi tantangan, serta bagaimana kamu menjalani hidupmu.
Merangkum geediting.com, berikut ini beberapa tanda kamu orang yang punya high value dalam kehidupan demi meraih mimpi menurut psikologi.
1. Kesadaran diri
Dalam psikologi, kesadaran diri sering dianggap sebagai tanda utama seseorang yang high value. Orang yang mempunyai nilai tinggi umumnya memiliki pemahaman yang mendalam mengenai diri mereka, termasuk kekuatan, kelemahan, dan motivasi mereka.
Pemahaman ini memungkinkan mereka menghadapi tantangan hidup dengan percaya diri dan ketenangan. Psikolog sering menekankan pentingnya kesadaran diri dalam kecerdasan emosional sebab ini adalah dasar guna mengelola emosi diri sendiri dan memahami emosi orang lain sebab penting membangun hubungan yang kuat dan sehat.
2. Empati
Empati adalah kualitas penting dari orang yang high value, yaitu kemampuan untuk memahami dan merasakan perasaan orang lain serta terhubung secara emosional. Sebagai contoh, beberapa tahun lalu, ada sesorang yang sedang mengalami kesulitan.
Dibandingkan memberi saran, kamu sepatutnya hanya mendengarkan dan berusaha memahami perasaan mereka. Meskipun sulit melihat penderitaan mereka, namun kamu akan merasa kehadiran dan perhatianmu memberi dampak positif.
Pengalaman tersebut mengajarkan tentang betapa kuatnya empati dalam mempererat hubungan dan menumbuhkan kasih sayang yang merupakan ciri-ciri orang yang high value. Jika kamu sering merasa empati terhadap orang lain, itu pertanda bahwa kamu adalah orang yang high value.
3. Ketahanan
Ketahanan adalah ciri khas dari orang high value. Ini merujuk pada kemampuan untuk bangkit kembali setelah menghadapi kesulitan, kekecewaan, atau kegagalan. Menurut psikologi, ketahanan bukan hanya sebuah sifat bawaan, tetapi juga bisa dilatih dan dikembangkan seiring berjalannya waktu. Ini melibatkan kemampuan beradaptasi dengan situasi sulit dan melihat tantangan sebagai peluang tumbuh.
Bahkan, banyak orang sukses di dunia yang mengaitkan pencapaian mereka dengan ketahanan. Contohnya, JK Rowling, penulis Harry Potter yang mengalami penolakan dari 12 penerbit sebelum bukunya diterbitkan. Kini, ia menjadi salah satu penulis paling terkenal dan sukses di dunia.
4. Integritas

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
