
Ilustrasi tujuh perilaku yang umum ditunjukkan oleh mereka yang mengunggah seluruh hidupnya di media sosial. (Pexels/Polina Tankilevitch)
JawaPos.com - Saat ini kita hidup di dunia digital dan bagi sebagian orang, dunia digital itu lebih transparan daripada yang lain. Mereka adalah orang-orang yang tampaknya berbagai setiap momen kehidupan mereka.
Dari mulai yang biasa-biasa hingga kejadian yang monumental, mereka bagikan di media sosial. Secara psikologi, orang yang terlalu banyak berbagi dan mengunggah di media sosial menunjukkan beberapa perilaku.
Dilansir dari Baseline Mag, inilah tujuh perilaku yang umum ditunjukkan oleh mereka yang mengunggah seluruh hidupnya di media sosial.
1. Obsesi untuk mengecek media sosial
Salah satu ciri yang paling mencolok dari mereka yang mengunggah seluruh hidupnya di media sosial adalah obsesi dan kebiasaan untuk mengecek media sosial. Baik saat sedang berkumpul bersama atau sedang menikmati makan malam yang tenang di rumah, mereka selalu membawa ponsel dalam jangkauan.
Mereka siap untuk mengabadikan dan membagikan momen tersebut. Kebutuhan untuk terus menerus memeriksa like, komentar, atau share hampir menjadi kecanduan. Perilaku ini dapat berasal dari kebutuhan mendalam untuk validasi, keinginan untuk terhubung, atau upaya melawan kesepian.
2. Tampak memiliki kehidupan yang sempurna
Ironisnya, mereka yang sering mengunggah kehidupan mereka di media sosial belum tentu menjalani kehidupan bahagia seperti yang disiratkan dalam unggahan mereka. Seringkali, mereka menampilkan gambaran kehidupan yang telah dikurasi dengan cermat yang tampaknya positif, sukses, dan bahagia.
Makanan yang sempurna, swafoto yang sempurna, dan liburan yang eksotis menciptakan ilusi kesempurnaan yang indah. Akan tetapi, para psikolog berpendapat bahwa hal ini bisa jadi merupakan mekanisme pertahanan diri untuk menutupi rasa tidak aman atau kesulitan.
3. Tingkat pengungkapan diri yang tinggi
Perilaku yang khas dari orang yang selalu mengunggah seluruh hidupnya di media sosial adalah kecenderungan tingkat pengungkapan diri yang tinggi. Mereka cenderung akan berbagi detail intim tentang kehidupan pribadi, hubungan, atau emosinya, sampai pada tingkat yang dapat membuat orang tidak nyaman.
Kecenderungan untuk bersikap terbuka ini mungkin tampak seperti rasa percaya diri atau kejujuran. Namun, menurut para psikolog, pengungkapan diri yang berlebihan mungkin merupakan upaya untuk mencari perhatian atau validasi yang menunjukkan kurangnya batasan atau pemahaman terhadap norma sosial.
4. Sangat aktif selama jam sibuk
Orang-orang yang sering mengunggah seluruh kehidupan mereka di media sosial seringkali diketahui paling aktif selama jam-jam sibuk. Mereka akan aktif di waktu-waktu ketika kebanyakan orang sedang online, seperti jam makan siang, malam hari, atau akhir pekan.
Tujuannya adalah untuk memaksimalkan jumlah penayangan dan interaksi yang dapat diperoleh dari kiriman mereka. Menariknya, jam-jam sibuk ini bertepatan dengan apa yang dikenal sebagai 'jam tayang utama' di media tradisional.

Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Ada Pemain Bali United yang Dirumorkan Gabung Persebaya Surabaya Musim Depan, Bonek Sebutkan 3 Nama Termasuk Irfan Jaya
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Harga BBM Pertamina Nonsubsidi Terbaru Per 1 Juni 2026, Dex Series Turun, Pertamax Turbo Naik
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
