
4 ciri kepribadian orang yang sering mengunggah kata-kata motivasi di media sosial (Freepik)
JawaPos.com - Saat Anda punya waktu di akhir pekan, tanyakan pada diri Anda apakah Anda suka mengunggah kata-kata motivasi dari buku atau guru Anda di media sosial?
Tahukah Anda perilaku ini menandakan bahwa Anda sendiri perlu memperbaiki kehidupan diri sendiri yang tadinya penuh tekanan? Atau Anda seorang agen perubahan sejati yang berusaha mengubah kehidupan orang lain menjadi lebih baik?
Postingan tentang kata-kata motivasi mungkin merupakan cerminan pola pikir, temperamen, wawasan, atau situasi seseorang. Namun apakah Anda tahu makna dan ciri kepribadian orang yang sering mengunggah kata-kata motivasi.
Dilansir dari laman Indian Express oleh JawaPos.com, Jumat (20/12) berikut ini 4 makna dan ciri kepribadian orang yang sering mengunggah kata-kata motivasi di media sosial:
1. Ketidakbahagiaan
Jika Anda sering mengunggah kata-kata motivasi bisa jadi Anda adalah orang yang tidak bahagia. Mengapa demikian?
Menurut Piya Mukherjee, direktur VES Leadership Academy and Research Centre (VESLARC) di Mumbai, orang-orang seperti itu mungkin atau mungkin tidak didorong oleh ketidakbahagiaan dalam hidup mereka sendiri.
Tetapi mereka telah menempuh jalan kepedihan dan mengembangkan rasa belas kasih yang tajam untuk lingkaran pertemanan mereka yang lebih luas di media sosial.
2. Penyembuh
Menurut Mukherjee, ketika seseorang mengalami rasa sakit dan memutuskan untuk mengulurkan tangan membantu orang lain, dua hal terjadi, yakni ada rasa empati dan keterhubungan langsung dengan orang lain yang mungkin menderita, yang mengarah pada perspektif yang lebih baik tentang ketidakbahagiaan seseorang.
Kedua, tindakan membantu orang lain memungkinkan orang tersebut keluar dari rasa mengasihani diri sendiri dan putus asa, dan merasa bahwa dirinya melakukan sesuatu yang bermanfaat.
"Apakah tindakan tersebut benar-benar bermanfaat atau tidak adalah hal yang sekunder. Persepsi yang ditimbulkannya dalam pikiran pelaku adalah hal yang penting," ucapnya.
Orang-orang seperti itu biasanya adalah penyembuh, guru, dan konselor, terlepas dari sebutan profesi yang mereka lakukan.
“Peran mereka adalah membawa sedikit makanan untuk pikiran ke dalam kehidupan teman-teman mereka, dan mereka melakukan ini dengan niat yang tulus,” kata Mukherjee.
3. Kesepian

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
