Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 17 Desember 2024 | 02.12 WIB

Merasa Related! 4 Alasan Seseorang Merasa Sedih saat Membaca dan Menonton Film yang Mengharukan

Ilustrasi orang menangis (cottonbro studio/pexels.com) - Image

Ilustrasi orang menangis (cottonbro studio/pexels.com)

JawaPos.com - Sejak dulu, manusia tertarik pada kisah-kisah sedih, dari drama klasik hingga film epik. Walaupun hiburan seharusnya membuat kita bahagia, kita justru menikmati cerita yang penuh penderitaan.

Fenomena ini sering disebut paradoks sebab kita memilih merasakan emosi negatif seperti kesedihan dan kehilangan.

Para psikolog berpendapat bahwa cerita sedih memberi kita kesempatan untuk merasakan emosi tersebut dengan aman, tanpa harus menghadapi trauma atau konsekuensi nyata, menjadikannya ruang aman dalam mengeksplorasi perasaan yang kompleks.

Merangkum verywellmind.com, berikut beberapa alasan seseorang merasa sedih ketika membaca dan menonton dilm yang mengharukan.

1. Keterkaitan emosi dengan kehidupan nyata

Saat kita menikmati cerita fiksi, kita cenderung merasakan emosi. Meski kita sadar bahwa cerita tersebut tidak nyata, reaksi emosional kita tetap muncul secara otomatis. Hal ini terjadi karena ketika kita terhubung dengan sebuah cerita terutama jika kita merasa terlibat atau terhanyut dalam alur ceritanya emosi yang terkandung di dalamnya akan bergema dengan cara yang membuat kita merasa cerita itu seakan nyata.

Menariknya, sebuah studi menunjukkan bahwa perasaan akan realisme ini bisa menerangkan mengapa kita menikmati film-film sedih. Penelitian tersebut menemukan bahwa setelah menonton film tragis Angel Baby (1995), peserta yang merasakan kesedihan lebih dalam menilai film tersebut lebih realistis dan menjadi lebih terlibat dalam cerita.

2. Mengalami kesedihan tanpa rasa cemas

Apabila kita merasa terhubung dengan cerita sedih karena realisme, alasan lain mengapa kita menikmatinya adalah sebab kita bisa merasakan kesedihan tanpa kecemasan. Penelitian menunjukkan bahwa respons emosional terhadap cerita sedih mirip dengan saat kita mengingat tragedi pribadi.

Sayangnya, ada perbedaan besar, di mana kita merasakan kecemasan lebih besar saat mengingat tragedi nyata dibandingkan saat menonton cerita fiksi yang sedih. Hal ini mungkin menjadi penjelasan mengapa kita bisa menikmati cerita tragis.

Ketika tragedi terjadi dalam kehidupan nyata, kita merasakan kecemasan karena dampaknya akan terus berlanjut. Sebaliknya, emosi yang kita rasakan dalam cerita fiksi tidak membawa konsekuensi jangka panjang sesudah kita selesai mengalaminya.

3. Cerita sedih bisa membuatmu merasa bersyukur

Salah satu alasan mengapa kita menikmati cerita sedih, yakni sebab mereka membuat kita merasa lebih bersyukur, meskipun tidak selalu dengan cara yang kita bayangkan. Dalam sebuah penelitian, peserta yang merasakan kesedihan lebih dalam saat menonton film Atonement (2007) melaporkan bahwa mereka merasa lebih bahagia dalam hidup.

Sayangnya, hanya jika mereka merenungkan hubungan dekat mereka selama menonton film tersebut. Peneliti juga mengeksplorasi apakah membandingkan kehidupan kita dengan kehidupan karakter tragis dalam film bisa meningkatkan kebahagiaan.

Mereka menemukan bahwa pemikiran yang bersifat egois justru tidak berpengaruh pada suasana hati penonton. Sebaliknya, peserta yang merasakan kesedihan terbesar cenderung lebih banyak merenungkan hubungan mereka yang dekat sebagai respons terhadap film tersebut.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore