Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 14 Desember 2024 | 03.20 WIB

Anak Muda Berisiko Kecanduan Scrolling TikTok! Apa Saja Tanda-tandanya dan Bagaimana Pengobatannya?

ilustrasi penggunaan media sosial pada remaja - Image

ilustrasi penggunaan media sosial pada remaja

JawaPos.com - Indonesia merupakan negara dengan jumlah pengguna media sosial TikTok terbesar di dunia.

Dilansir JawaPos.com dari Oberlo, berdasarkan data terbaru Desember 2024, Indonesia memiliki 165,1 juta TikToker atau pengguna TikTok.

Hal ini perlu menjadi perhatian karena berdasarkan studi University of Tennessee, ada beberapa elemen otak yang sedang berkembang pada remaja yang membuat mereka rentan terhadap kecanduan TikTok.

Statistik durasi scrolling TikTok menunjukkan bahwa kaum muda dianggap sangat berisiko untuk berpotensi mengembangkan kecanduan pada platform media sosial seperti TikTok.

Dilansir JawaPos.com dari addictioncenter.com, orang-orang yang mengalami kecanduan scrolling TikTok akan menunjukkan beberapa tanda-tanda yang bisa diperhatikan dengan seksama.

Yang pertama adalah keinginan yang tak terkendali untuk masuk dan tetap berada di aplikasi TikTok, serta pikiran untuk terus-menerus menggunakannya.

Selanjutnya, mereka menghabiskan lebih banyak waktu di TikTok untuk merasakan tingkat kepuasan yang sama seperti saat penggunaan sebelumnya.

Selain itu juga terjadi perubahan suasana hati, kecemasan, dan kegelisahan saat tidak dapat mengakses TikTok.

Mereka yang sudah kecanduan juga cenderung mengabaikan area kehidupan sehari-hari karena penggunaan yang berlebihan.

Terakhir, mereka juga merasa sulit untuk mengendalikan keinginan menggunakan platform atau mengurangi waktu yang dihabiskan di sana.

Kecanduan TikTok terbukti berkorelasi dengan efek negatif pada kesehatan mental, termasuk peningkatan tingkat depresi, stres, dan kecemasan.

Hal tersebut disebabkan karena beberapa penggunanya terus scrolling untuk menghindari perasaan kesepian dan kebutuhan untuk berinteraksi dengan orang lain dalam kehidupan nyata, yang menyebabkan waktu yang dihabiskan berlebihan di platform tersebut.

Kebiasaan itu dapat menimbulkan dampak berpotensi membahayakan, yaitu menyebabkan seseorang kehilangan kesadaran akan keberadaan mereka dan apa yang terjadi di sekitar mereka.

Orang yang menggunakan TikTok selama lebih dari satu jam sehari cenderung kecanduan, dan sering kali tidak menyadari sudah berapa lama mereka menggunakannya.

Mengetahui bagaimana dan mengapa TikTok dapat menjadi masalah dapat membantu orangtua dan orang lain membuat strategi untuk menurunkan risiko kecanduan.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore