Meskipun Anda mencintai keluarga, teman, dan rekan kerja, Anda mungkin merasa kelelahan hanya dengan memikirkan seberapa banyak waktu yang harus dihabiskan untuk bersosialisasi.
Liburan memang hanya setahun sekali, tapi tetap saja, kegiatan sosial yang berlebihan bisa sangat melelahkan bagi seorang introvert.
Nah, jika Anda benar-benar orang introvert, ini adalah beberapa pemikiran umum yang mungkin Anda rasakan saat menghadapi kumpul keluarga saat liburan, dikutip dari Introvert Dear.
1. Haruskah saya pergi?
Awalnya, Anda mungkin merasa tak apa dengan janji yang dibuat dua minggu lalu. Namun, saat tiba waktunya, Anda mulai meragukan keputusan itu.
Anda tak ingin mengecewakan orang, tapi rasanya lebih nyaman berdiam diri di rumah.
2. Saya cuma akan datang sebentar
Anda memutuskan untuk kompromi: cukup hadir tanpa berlama-lama. Anda bisa pulang lebih cepat dan menikmati waktu sendiri, mengenakan pakaian nyaman, dan bersantai.
3. Saya akan datang terlambat
Anda tak ingin menjadi orang pertama yang hadir di acara kumpul-kumpul itu. Datang terlambat adalah cara terbaik untuk menghindari percakapan canggung dengan orang yang hampir tidak Anda kenal jika Anda benar-benar introvert.
4. Sekarang saya di sini, apa yang harus dilakukan?
Ketika akhirnya tiba di acara, suasananya sudah penuh dengan energi eksternal yang menguras Anda. Anda merasa canggung dan bertanya-tanya apakah orang-orang menyadari betapa tidak nyaman Anda.
5. Saya akan cari tuan rumah
Anda mencari seseorang yang familiar di pesta itu, supaya ada sedikit kenyamanan di tengah kegelisahan. Setidaknya Anda bisa merasa sedikit lebih nyaman di tengah keramaian.
6. Tuan rumahnya sudah tidak ada. Sekarang bagaimana?
Tuan rumah yang biasanya mengajak ngobrol telah beralih ke tamu lain, dan Anda kembali merasa terasing.
7. Makan. Itu bisa dilakukan.
Setidaknya, Anda bisa menyibukkan diri dengan makan, yang memberi Anda alasan untuk berada di sana tanpa harus berbicara terlalu banyak.
8. Saya rasa saya harus berbicara dengan seseorang
Setelah makan, Anda merasa canggung. Anda mungkin mencoba berbicara dengan seseorang yang pernah Anda kenal, berharap percakapan itu lebih mudah.
9. Percakapan ringan
Begitulah biasanya—obrolan ringan yang terasa tidak ada ujungnya. Anda ingin melanjutkan percakapan, tapi terasa begitu kosong.
10. Bagaimana cara menghentikan percakapan ini?
Anda ingin segera keluar dari obrolan yang tidak berarti, tapi takut terlihat kasar. Anda mencoba berpikir untuk mengakhiri percakapan ini dengan halus.
11. Kucing!
Anda menemukan sudut tenang di pesta, dan di sana ada kucing. Saat Anda menatapnya, Anda merasa mendapatkan sedikit kedamaian dari keramaian ini. Kucing tidak akan menuntut percakapan basa-basi.
12. Aneh, saya malah bersenang-senang
Tiba-tiba, Anda bertemu dengan sesama introvert, dan percakapan kalian terasa lebih bermakna. Obrolan yang lebih tenang ini memberi energi baru, dan Anda merasa lebih baik.
13. Oh tidak, orang ini datang
Seseorang yang ekstrovert datang dan mulai berbicara tanpa henti. Anda merasa energi Anda terkuras begitu saja.
14. Apakah saya bisa pulang sekarang?
Anda merasa semakin lelah dan ingin segera pergi. Anda sudah cukup berusaha untuk bersosialisasi, dan sekarang saatnya beristirahat.
15. Saya di rumah!
Akhirnya, Anda sampai di rumah. Anda merasa lega. Meskipun Anda tidak membenci orang-orang di pesta, berada di rumah dan menikmati waktu sendiri jauh lebih memulihkan energi Anda.
Bagaimana? Apakah Anda relate dengan pemikiran umum itu ketika di keramaian?
Para introvert cenderung merasa kelelahan setelah berinteraksi dalam kelompok besar, terutama dengan orang yang tidak terlalu mereka kenal. Itulah mengapa mereka membutuhkan waktu sendiri untuk mengisi ulang energi dan merasa lebih baik.
Sebagai catatan, introvert tidak membenci orang, tetapi terlalu banyak stimulasi sosial bisa membuat mereka merasa tertekan. Jadi, jika Anda memiliki teman introvert, berikan pengertian dan beri mereka ruang untuk kembali pulih setelah acara sosial.