Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 13 Desember 2024 | 19.31 WIB

Menurut Psikologi, Orang yang Sering Berdebat dengan Orang Asing di Internet Biasanya Menunjukkan 7 Perilaku Ini

Ilustrasi Orang yang Sering Berdebat dengan Orang Asing di Internet (freepik) - Image

Ilustrasi Orang yang Sering Berdebat dengan Orang Asing di Internet (freepik)

JawaPos.com - Pernahkah Anda melihat perdebatan tanpa akhir di internet yang dimulai dari masalah kecil? Mungkin Anda sendiri pernah tergoda untuk ikut serta dalam argumen semacam itu.

Internet, seperti pasar yang ramai, penuh dengan opini dari berbagai sudut pandang. Namun, beberapa orang tampaknya selalu siap untuk terlibat dalam perdebatan, bahkan dengan orang yang tidak mereka kenal. Apakah ini tentang membuktikan sesuatu, atau ada alasan yang lebih dalam?

Menurut psikologi, orang yang sering berdebat secara online biasanya menunjukkan beberapa perilaku tertentu yang mendorong konfrontasi ini. Dilansir dari laman Geediting, Jumat (13/12), berikut adalah tujuh perilaku tersebut:

1. Cepat Bereaksi
Orang yang sering terlibat dalam argumen online cenderung bereaksi secara impulsif. Emosi dan teknologi sering kali memengaruhi mereka untuk mengetik sesuatu yang mungkin akan mereka sesali nanti.

Psikolog Catherine Steiner-Adair menjelaskan bahwa interaksi dengan perangkat elektronik yang kuat dapat memengaruhi otak kita secara berbeda dibandingkan dengan interaksi langsung. Kombinasi antara kemarahan dan impulsivitas ini membuat mereka mudah terjebak dalam perdebatan tanpa berpikir panjang.

2. Suka Berperan Sebagai "Devil's Advocate"
Beberapa orang menikmati tantangan untuk selalu menentang pandangan umum. Mereka sering memainkan peran sebagai "devil's advocate" dalam diskusi, bukan untuk sekadar menentang, tetapi untuk menikmati dinamika argumen itu sendiri.

Meskipun ini dapat memicu diskusi yang menarik, sering kali tujuannya lebih untuk mencari kesenangan intelektual daripada mencapai pemahaman bersama.

3. Tertarik pada Topik Kontroversial
Orang yang sering berargumen online biasanya memiliki ketertarikan khusus pada topik-topik yang kontroversial, seperti politik atau agama. Diskusi ini memberikan mereka adrenalin, yang menurut penelitian serupa dengan respons tubuh saat menghadapi konflik fisik.

Namun, ketertarikan ini lebih sering tentang sensasi perdebatan daripada substansi topik itu sendiri.

4. Persisten dan Tidak Mudah Menyerah
Perdebatan online sering kali menjadi ajang maraton bagi mereka yang tidak ingin kalah. Orang seperti ini cenderung memiliki energi yang tampaknya tak habis-habis untuk mempertahankan pendapat mereka.

Keteguhan ini sering kali mengesankan, tetapi juga bisa melelahkan bagi lawan bicaranya. Perdebatan yang berkepanjangan ini biasanya berakhir tanpa solusi karena mereka sulit untuk mundur atau mengakui kekalahan.

5. Cenderung Membesar-besarkan Masalah
Bagi sebagian orang, argumen kecil bisa terasa seperti masalah besar. Mereka memiliki kecenderungan untuk membesar-besarkan situasi, menganggap bahwa perdebatan ini berdampak besar pada identitas atau moral mereka.

Pemikiran ini sering kali didasarkan pada rasa takut salah atau keyakinan bahwa masalah ini hanya bisa dilihat dalam hitam dan putih, tanpa ruang untuk kompromi.

6. Membutuhkan Kendali dalam Percakapan
Orang yang sering berargumen secara online sering merasa perlu mengendalikan arah percakapan. Mereka ingin mendominasi diskusi dan memastikan narasi tetap sesuai dengan sudut pandang mereka.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore