Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 9 Desember 2024 | 15.25 WIB

Orang Tua yang Sudah Lanjut Usia Tapi Masih Mengontrol Kehidupan Anaknya yang Sudah Dewasa, Cenderung Memiliki 7 Perilaku Ini

Ilustrasi orang tua dan anak.

JawaPos.com - Orang tua manapun pasti ingin membuat kehidupan anaknya lebih layak, entah mereka masih kanak-kanak ataupun sudah dewasa.

Bahkan, ada sebagian orang tua yang sudah lanjut usia juga masih merasa bahwa mereka harus mengontrol kehidupan anaknya meskipun sudah dewasa.

Hal ini terkadang sulit diterima, karena bagaimanapun putra atau putri mereka sudah bisa mengambil keputusan sendiri.

Mengutip dari laman Hello Sehat, fenomena ini dinamakan dengan Helicopter Parenting, yakni pola pengasuhan orang tua yang selalu mengontrol dan ikut campur terhadap kehidupan anaknya.

Pola asuh seperti ini, orang tua cenderung terlalu melindungi anak dari kesulitan serta kegagalan, padahal itu semua wajar dilakukan oleh setiap manusia dalam proses pertumbuhan diri.

Melansir dari laman Hack Spirit pada (09/12), orang tua yang sudah lanjut usia tapi masih mengontrol kehidupan anaknya yang sudah dewasa, cenderung memiliki 7 perilaku ini.

1. Takut kehilangan relevansi

Menjadi orang tua merupakan pengalaman transformatif yang secara signifikan membentuk identitas seseorang. Bagi sebagian orang tua, peran mereka sudah tertanam kuat dalam konsep dirinya sehingga kesulitan melepaskan saat anak-anak mereka tumbuh menjadi orang dewasa.

Ketakutan akan kehilangan relevansi ini dapat mendorong orang tua yang sudah lanjut usia untuk tetap mengontrol kehidupan anaknya yang sudah dewasa. Berjuang dengan dinamika perubahan, mereka mungkin bersikeras untuk memberikan nasihat yang tidak diminta atau ikut campur dalam pengambilan keputusan.

2. Kesulitan menerima perubahan

Perubahan adalah hal yang konstan dalam hidup, tetapi tidak selalu mudah untuk dilakukan. Bagi orang tua lanjut usia, menyaksikan anaknya bertumbuh dan mengambil keputusan yang mungkin berbeda dari pendapatnya, akan menjadi sebuah tantangan.

Kesulitan dalam menerima perubahan ini dapat terwujud dalam bentuk kebutuhan untuk mengontrol kehidupan anaknya yang sudah dewasa.

3. Ketidakmampuan untuk percaya

Kepercayaan adalah landasan hubungan yang sehat. Tapi, beberapa orang tua yang sudah lanjut usia merasa sulit untuk memercayai penilaian anaknya meskipun sudah dewasa.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore