Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 6 Desember 2024 | 05.49 WIB

6 Cara Mengelola Dampak Emosional dari Acara Liburan, Bantu Kelola Stres dan Ekspektasi untuk Bertahan selama Musim Liburan

Ilustrasi 6 cara yang dapat dilakukan untuk mengelola dampak emosional dari liburan. - Image

Ilustrasi 6 cara yang dapat dilakukan untuk mengelola dampak emosional dari liburan.

JawaPos.com - Bagi sebagian orang, liburan menjadi waktu yang tepat untuk merayakan berbagai kegiatan menyenangkan, keakraban, dan kehangatan. Namun, bagi sebagian lainnya, liburan dapat melambangkan kesepian, luka lama yang muncul kembali, kecemasan, stres, dan ketakutan.

Hal ini terasa kontras antara apa liburan yang seharusnya dengan kenyataan yang seringkali terasa membebani. Liburan cenderung dapat memperkuat dinamika keluarga yang tidak harmonis, hubungan yang renggang, dan tekanan untuk membuat segalanya 'sempurna'.

Namun, orang tua, seringkali kelelahan karena berusaha mengikuti keluarga cemara yang menciptakan pengalaman yang sempurna dan ajaib untuk anak-anak sambil berjuang mengatasi tekanan finansial dan beban emosional selama musim liburan.

Belum lagi, untuk beberapa orang yang berduka karena kehilangan, liburan dapat terasa seperti waktu yang mencolok untuk merasakan kesepian. Dilansir dari Your Tango, inilah 6 cara yang dapat dilakukan untuk mengelola dampak emosional dari liburan.

1. Kelola ekspektasi

Jelaskan apa yang dapat dan tidak dapat kalian lakukan untuk diri sendiri dan keluarga, lalu patuhi itu. Jika mengunjungi kerabat terasa terlalu berat, tolak dengan baik dan bebaskan diri dari rasa bersalah.

Sebuah studi dalam Journal of Psychosocial Nursing and Mental Health Services menyarankan untuk menyederhanakan rencana kalian untuk memprioritaskan ketenangan pikiran daripada kesempurnaan.

2. Prioritaskan perawatan diri

Kalian tidak dapat menuangkan sesuatu dari cangkir yang kosong. Di tengah perayaan pribadi dan profesional, sisihkan waktu tenang untuk beristirahat dan mengisi ulang energi.

Baik itu menikmati secangkir teh dalam keheningan atau berjalan-jalan di alam. Prioritaskan apa yang paling penting dan bisa untuk mengisi ulang energi kalian.

3. Jangan memaksakan diri secara emosional dan finansial

Jika pesta liburan selalu berubah menjadi perdebatan politik, tidak apa-apa untuk melewatkannya tahun ini. Tolak dengan sopan atau sarankan note yang melarang topik sensitif selama acara kumpul-kumpul tersebut.

Secara finansial, ingatlah bahwa tagihan bulan Januari akan tetap datang tidak peduli berapa banyak hadiah 'sempurna' yang kalian beli. Buat dan patuhi anggaran liburan, dan utamakan yang paling penting daripada yang hanya lapar mata saja.

4. Hindari ranjau emosional

Mengulang-ulang argumen lama atau drama keluarga yang belum terselesaikan jarang sekali berakhir dengan baik, seperti yang dijelaskan oleh oleh sebuah penelitian dalam Family Relations Journal.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore